Produk Nikotin Alternatif Tidak Sepenuhnya Bebas Risiko

Sabtu, 05 Desember 2020 - 22:58 WIB
Bagi Warner, rokok elektrik membawa dampak positif dalam upaya pengurangan risiko kesehatan akibat merokok. Pun demikian, diperlukan kajian lebih lanjut untuk memperkuat temuan-temuan tersebut. "Rokok elektrik bukan merupakan jawaban utama untuk mengatasi krisis kesehatan di masyarakat. Namun, rokok elektrik merupakan alat yang penting untuk melengkapi tindakan pengendalian risiko kesehatan," lanjutnya.

Meninjau temuan-temuan yang ada, para ahli melihat urgensi interaksi yang transparan antara pembuat kebijakan dan pelaku industri nikotin, melalui audiensi publik maupun penyampaian informasi-informasi penting. Adanya standar dan regulasi bagi produk nikotin alternatif menjadi pekerjaan rumah bagi setiap pembuat kebijakan, dengan mempertimbangkan keamanan konsumen dan pelaku industri.

Dr. Karl E. Lund, Peneliti Senior Norwegian Institute of Public Health, memaparkan tentang bagaimana regulasi yang melarang atau membatasi penggunaan snus berperisa (flavoured snus) dapat berdampak pada perokok. Apalagi snus berperisa merupakan produk Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) yang paling banyak digunakan di Norwegia dengan persentase mencapai 46 persen pada 2019/2020.

(Baca juga: Melalui Abyss, Jin BTS Ungkap Emosi Negatifnya )

"Angka berhenti merokok pada pengguna snus lebih besar dibandingkan nonpengguna. Dengan banyaknya pengguna snus berperisa, otoritas pembuat kebijakan harus memperhatikan kompleksitas realita dalam mengatur pembatasan produk nikotin berperisa yang tidak dibakar," kata dia.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!