Studi: Sakit Mata Bisa Menjadi Salah Satu Gejala COVID-19

Kamis, 10 Desember 2020 - 09:29 WIB
"Meskipun penting bahwa gejala mata dimasukkan dalam daftar kemungkinan gejala COVID-19, kami berpendapat bahwa sakit mata harus menggantikan konjungtivitis karena penting untuk membedakan dari gejala jenis infeksi lain, seperti infeksi bakteri, yang mana terwujud sebagai keluarnya lendir atau mata berpasir," lanjutnya.

Studi ini penting karena membantu memahami lebih lanjut tentang bagaimana COVID-19 dapat menginfeksi konjungtiva dan bagaimana ini kemudian memungkinkan virus menyebar ke seluruh tubuh. COVID-19 dapat menyebabkan masalah mata seperti pembesaran, pembuluh darah merah, kelopak mata bengkak dan peningkatan cairan, menurut Mayo Clinic.

Baca juga : Satgas: 1,2 Juta Vaksin Sinovac untuk Memvaksin 600.000 Orang

Dilansir dari Express, Kamis (10/12) ini mencantumkan masalah mata di bawah beberapa gejala yang tidak biasa dari virus. Beberapa penelitian telah menarik hubungan antara konjungtivitis dan virus corona baru.

Sebuah laporan yang diterbitkan pada bulan Maret di JAMA Ophthalmology menemukan hampir sepertiga dari sampel kecil pasien dengan COVID-19 di provinsi Hubei, Cina, memiliki manifestasi mata yang konsisten dengan mata merah.

Kebanyakan yang mengalami gejala mata ini memiliki kasus COVID-19 yang parah. Hanya satu pasien yang mengalami konjungtivitis sebagai gejala pertama. Pada awal pandemi, para ahli mengungkapkan meski kebanyakan orang terinfeksi COVID-19 melalui hidung atau mulut, virus juga bisa masuk ke sistem melalui mata.

Mata dilapisi oleh selaput lendir, cairan pelindung yang kental. Utamanya, selaput ini untuk menghentikan kotoran dan pasir memasuki tubuh melalui mata, serta memastikan mata tetap terhidrasi dengan baik. Namun, dengan COVID-19, selaput lendir ini menjadi titik akses yang mudah bagi virus untuk masuk ke tubuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!