Rapid Test Antigen Tidak Efektif 100%?
Jum'at, 01 Januari 2021 - 08:01 WIB
Pemerintah sendiri menganjurkan rapid test antigen untuk mengendalikan COVID-19 bagi mereka yang akan bepergian.
Dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes, Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur menilai langkah ini cukup efektif.
“Saya rasa program ini efektif, namun tidak 100% efektif karena dari segi akurasi alat yang masih rendah dibandingkan dengan tes material genetik SARS COV2 (PCR),” ujar dr. Irhamsyah. (Baca juga: Apa Saja Manfaat yang Diperoleh saat Minum Air Kelapa? )
“Sehingga hasilnya negatif, bukan berarti menyingkirkan kemungkinan terinfeksi SARS-cov-2. Karenanya disarankan untuk melakukan tes ulang atau tes konfirmasi dengan PCR tes karena probabilitas terinfeksi relatif tinggi, terutama bila pasien bergejala atau diketahui memiliki kontak dengan orang yang terkonfirmasi COVID-19,” sambung dia. Sri noviarni
Dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes, Dokter Spesialis Patologi Klinik Primaya Hospital Bekasi Timur menilai langkah ini cukup efektif.
“Saya rasa program ini efektif, namun tidak 100% efektif karena dari segi akurasi alat yang masih rendah dibandingkan dengan tes material genetik SARS COV2 (PCR),” ujar dr. Irhamsyah. (Baca juga: Apa Saja Manfaat yang Diperoleh saat Minum Air Kelapa? )
“Sehingga hasilnya negatif, bukan berarti menyingkirkan kemungkinan terinfeksi SARS-cov-2. Karenanya disarankan untuk melakukan tes ulang atau tes konfirmasi dengan PCR tes karena probabilitas terinfeksi relatif tinggi, terutama bila pasien bergejala atau diketahui memiliki kontak dengan orang yang terkonfirmasi COVID-19,” sambung dia. Sri noviarni
(tdy)
Lihat Juga :