Bagaimana Imbas Covid-19 terhadap Pasien Kanker

Jum'at, 15 Mei 2020 - 12:45 WIB
Kelompokkan Pasien

Mengenai pengobatan pasien kanker yang tertunda, dr Ronald mengatakan agar pasien kanker terlebih dahulu dikelompokkan dalam tiga jenis pasien. Hal ini mengacu pada guide line The European Society for Medical Oncology (ESMO) atau Perhimpunan Onkologi Medik Eropa selama wabah Covid-19 berlangsung.

Yang pertama adalah pasien berisiko tinggi (high risk), di mana kankernya harus segera diobati tanpa banyak pilihan karena khawatir terjadi komplikasi dari penyakit kankernya. “Ini harus dipertimbangkan untuk dapat pengobatan sebagaimana seharusnya,” kata dr Ronald. Kedua yaitu pasien medium, pasien ini tidak kritis, kebanyakan adalah pasien kemoterapi yang rutin kemoterapi 2-3 minggu sekali. Kalau ditunda lebih dari enam Minggu, kemungkinan pasien untuk sembuh semakin kecil. (Baca: Ingin Kurangi Resiko Kanker? Hindari Kebiasaan Buruk Ini)

Ketiga adalah pasien low risk, mereka yang sudah selesai pengobatan dan kondisinya stabil. Pasien ini diminta jangan sering-sering ke rumah sakit. Menurut dr Ronald, selama periode wabah, jika memungkinkan, pasien diberi obat oral dibanding suntikan atau infus. Pasien cukup datang tiga bulan sekali untuk konsultasi. Bahkan pada beberapa rumah sakit, obat-obatan dapat dipesan lewat online. Kalaupun harus ada cek laboratorium tidak harus di rumah sakit, tetapi bisa dilakukan di laboratorium terdekat.

Pemeriksaan laboratorium rutin pada pasien yang sudah remisi (sel kanker tidak terdeteksi lagi dalam tubuh) dimaksudkan untuk mendapatkan tanda kekambuhan sedini mungkin. Jadi, kalaupun kambuh lagi, dapat ditemukan pada stadium awal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!