Kurang Vitamin D Bisa Bikin Covid-19 Makin Parah, Ini Penjelasannya!

Kamis, 14 Januari 2021 - 16:32 WIB
Menurut dr. Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik dari RS Medistra, sudah ada penelitian terkait asupan suplementasi vitamin D untuk mengurangi risiko influenza dan infeksi COVID-19. Vitamin D disinyalir dapat menurunkan risiko replikasi virus, mengurangi risiko badai sitokin penyebab peradangan yang bisa berujung pneumonia, dan meningkatkan kosentrasi antiinflamasi, “ kekurangan vitamin D ditemukan berkontribusi terhadap sindrom distres pernapasan akut (ARDS),” imbuh dr. Cindiawaty.

Untuk diketahui, penderita ARDS mengalami sesak napas berat dan sering tidak dapat bernapas tanpa bantuan ventilator. Penelitian terkait hubungan vitamin D dengan tingkat keparahan COVID-19 saat ini di seluruh dunia tengah dilakukan. Salah satunya adalah yang dipublikasikan di British Medical Journal, dimana dalam penelitian ini ditemukan bahwa memiliki kadar vitamin D yang cukup, berimbas pada manfaat kesehatan.

Baca Juga : Bukan Cuma Vaksin, Ini Strategi Kemenkes Selesaikan Pandemi COVID-19 di Indonesia

Tim peneliti mengatakan, vitamin D memainkan peranan penting untuk meningkatkan imunitas tubuh disamping menjaga kesehatan tulang dan otot, serta menekan inflamasi. Vitamin D yang selama ini dikenal untuk kesehatan tulang nyatanya mempunyai banyak manfaat.

Diantaranya menjaga fungsi saraf dan otot, kardiovaskular , pernapasan, hingga sistem imun tubuh kita. Kekurangan vitamin D dapat berakibat serius. Sebut saja diabetes, kanker, sarcopenia, osteoporosis, obesitas, sindrom metabolik, autoimun, depresi, penyakit endokrin, hingga hipertensi pulmonal.

Rutin berjemur adalah salah satu yang dianjurkan guna memenuhi kebutuhan vitamin D. Menurut dr. Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, Sp.GK, Dokter Spesialis Gizi Klinik dari RS Medistra, dengan rutin berjemur maka kita bisa memperoleh vitamin D yang diproduksi di kulit sehingga dapat membantu mencegah penularan infeksi virus COVID-19. “Vitamin D merupakan salah satu vitamin larut lemak yang berperan dalam sejumlah fungsi penting untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit,” ujar dr. Cindiawaty.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!