Efikasi Tak Pengaruhi Keamanan Vaksin COVID-19
Minggu, 17 Januari 2021 - 14:30 WIB
“Perlu dicatat, tidak ada hubungannya efikasi dengan keamanan vaksin. Dari segi konsep akademik vaksin ini sudah memenuhi syarat,” ujarnya dari keterangan pers yang diterima. Dengan hasil efikasi 65,3% tersebut Prof. Hasbullah menyarankan agar pemerintah bisa memastikan perlindungan kepada masyarakat.
Baca Juga : Vaksin Sinovac Gunakan Virus yang Sudah Dimatikan
Menurutnya, hal yang dibutuhkan saat ini adalah efektivitas. ”Saya lebih cenderung mendukung pernyataan Presiden Jokowi agar 100 persen penduduk dilindungi. Maka kita akan punya efektivitas yang lebih tinggi. Namun begitu protokol kesehatan 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak , harus tetap jalan sehingga masyarakat jangan berestimasi terlalu tinggi meskipun sudah divaksinasi,” tambahnya.
Pentingnya terus mengkomunikasikan penegakkan disiplin protokol kesehatan ini merupakan upaya berkesinambungan untuk mendukung program vaksinasi. Hal ini perlu terus disuarakan agar pemahaman dan kedisiplinan masyarakat terus dipertahankan. Walau begitu perjalanan masih panjang untuk pandemi benar-benar berakhir.
Sebab menurut Prof. Hasbullah untuk mengakhiri pandemi perlu 70 persen penduduk dunia divaksinasi. Oleh karena itu dunia memiliki lembaga COVAX yang disediakan bersama bank dunia, WHO, dan UNICEF.
Baca Juga : Vaksin Sinovac Gunakan Virus yang Sudah Dimatikan
Menurutnya, hal yang dibutuhkan saat ini adalah efektivitas. ”Saya lebih cenderung mendukung pernyataan Presiden Jokowi agar 100 persen penduduk dilindungi. Maka kita akan punya efektivitas yang lebih tinggi. Namun begitu protokol kesehatan 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak , harus tetap jalan sehingga masyarakat jangan berestimasi terlalu tinggi meskipun sudah divaksinasi,” tambahnya.
Pentingnya terus mengkomunikasikan penegakkan disiplin protokol kesehatan ini merupakan upaya berkesinambungan untuk mendukung program vaksinasi. Hal ini perlu terus disuarakan agar pemahaman dan kedisiplinan masyarakat terus dipertahankan. Walau begitu perjalanan masih panjang untuk pandemi benar-benar berakhir.
Sebab menurut Prof. Hasbullah untuk mengakhiri pandemi perlu 70 persen penduduk dunia divaksinasi. Oleh karena itu dunia memiliki lembaga COVAX yang disediakan bersama bank dunia, WHO, dan UNICEF.
Lihat Juga :