Mengenal GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan UGM

Selasa, 26 Januari 2021 - 16:22 WIB
Menurut Kuwat, harapan ini dapat diwujudkan jika distribusi GeNose dilakukan tepat sasaran. Contohnya, di bandara, stasiun kereta, dan tempat keramaian lainnya termasuk di rumah sakit. Sementara itu, pemerintah telah menetapkan, alat ini akan digunakan di stasiun dan terminal mulai 5 Februari mendatang dengan harga Rp20 ribu.

Nantinya, penumpang yang terdeteksi Covid-19 tidak diizinkan melanjutkan perjalanan. Menteri perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi sudah meminta Dirjen Perhubungan Darat untuk berkoordinasi dengan para Kadishub di seluruh Indonesia. Dalam pengecekan secara acak dan seseorang dinyatakan positif maka tidak dibolehkan untuk berpergian.

"Sudah mendapat persetujuan edar dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dan Satgas Covid-19. Untuk itu, pada moda kereta api akan diterapkan wajib (mandatory) mulai 5 Februari 2021. Sedangkan untuk bus tidak wajib, tapi akan dilakukan secara random. Ini akan dimulai untuk Pulau Jawa dahulu," papar Menhub Budi.

Baca juga: Orang dengan Komorbid yang Terkontrol Boleh Divaksinasi Covid19

Untuk mewujudkan itu, lima industri konsorsium telah berkomitmen untuk mendukung, yakni PT. Yogya Presisi Tehnikatama Industri (bagian mekanik), PT. Hikari Solusindo Sukses (elektronik dan sensor), PT. Stechoq Robotika Indonesia (pneumatic), PT. Nanosense Instrument Indonesia (artificial intelligence, elektronik dan after sales), dan PT. Swayasa Prakarsa (assembly, perijinan, standar, QC/QA, bisnis).
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!