Royco Luncurkan Royco dengan Garam Beriodium
Selasa, 26 Januari 2021 - 18:41 WIB
Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB University Prof. Dr. Ir. Dodik Briawan, MCN memberikan contoh, Riset Kesehatan Dasar 2018 memperlihatkan 48,9% ibu hamil menderita anemia, dan Riset Kesehatan Dasar 2013 melaporkan bahwa 14,9% anak usia sekolah berisiko kekurangan iodium.
"Masyarakat sering kali masih abai akan masalah ini, karena meskipun makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, penderitanya tidak merasa kelaparan karena asupan gizi makronya sudah terpenuhi. Jika tidak segera mendapat perhatian, akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang, baik secara fisik maupun psikis," tutur Prof. Dodik.
Asupan zat gizi mikro dapat dipenuhi dengan memastikan sajian makanan beragam di rumah sejak dini. Namun, langkah krusial ini masih belum dilakukan banyak orangtua.
Spesialis Gizi Klinik dr. Diana F. Suganda, Sp.GK, M.Kes menjelaskan, orangtua perlu memperkaya pengetahuan dan kreativitas dalam memenuhi nutrisi seluruh keluarga dengan menyertakan bahan-bahan bergizi di tiap masakan, termasuk garam beriodium.
"Sayang, pengetahuan sebagian masyarakat mengenai manfaat iodium masih terbatas pada upaya pencegahan penyakit gondok. Padahal, dampak dari kekurangan iodium jauh lebih luas dan dapat terjadi pada semua usia. Kekurangan iodium dapat mengakibatkan perkembangan otak terganggu. Diperkirakan, 20 juta orang Indonesia menderita GAKI (gangguan akibat kekurangan iodium) yang mengakibatkan hilangnya IQ setara 140 juta poin," jelas dr. Diana.
"Masyarakat sering kali masih abai akan masalah ini, karena meskipun makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, penderitanya tidak merasa kelaparan karena asupan gizi makronya sudah terpenuhi. Jika tidak segera mendapat perhatian, akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang, baik secara fisik maupun psikis," tutur Prof. Dodik.
Asupan zat gizi mikro dapat dipenuhi dengan memastikan sajian makanan beragam di rumah sejak dini. Namun, langkah krusial ini masih belum dilakukan banyak orangtua.
Spesialis Gizi Klinik dr. Diana F. Suganda, Sp.GK, M.Kes menjelaskan, orangtua perlu memperkaya pengetahuan dan kreativitas dalam memenuhi nutrisi seluruh keluarga dengan menyertakan bahan-bahan bergizi di tiap masakan, termasuk garam beriodium.
"Sayang, pengetahuan sebagian masyarakat mengenai manfaat iodium masih terbatas pada upaya pencegahan penyakit gondok. Padahal, dampak dari kekurangan iodium jauh lebih luas dan dapat terjadi pada semua usia. Kekurangan iodium dapat mengakibatkan perkembangan otak terganggu. Diperkirakan, 20 juta orang Indonesia menderita GAKI (gangguan akibat kekurangan iodium) yang mengakibatkan hilangnya IQ setara 140 juta poin," jelas dr. Diana.
Lihat Juga :