Pasien Terus Bertambah, Kemenkes Tambah Ruang Khusus Pasien COVID-19
Jum'at, 29 Januari 2021 - 13:30 WIB
Adapun, angkanya variatif dari satu rumah sakit dengan yang lainnya karena tergantung dengan jumlah yang terpapar/tingkat infeksi kesi di daerah masing-masing. Ada zona merah dan zona hijau. Dimana zona merah rata-rata konversi 50 persen dengan jumlah penambahan ICU 25 persen dari ruang yang terkonversi menjadi perawatan COVID-19.
Kemudian yang hijau konversi 25 persen dengan penambahan ICU 10-15 persen dari ruangan yang terkonversi. Jumlah ruangan khusus COVID-19 juga bertambah terus seiring dinamika pandemi. Total RS BUMN memiliki lebih dari 7 ribu tempat tidur dan telah dikonversi lebih dari 3.500an tempat tidur untuk isolasi atau perawatan COVID-19.
Baca Juga : Perhatikan! 4 Kelompok Ini Tak Boleh Divaksinasi
Sementara ada 512 bed ICU COVID, sudah termasuk penambahan 50 bed ICU di RSPP Simprug. “Ini adalah upaya IHC merespon permasalahan di lapangan. Kemudian kami telah melakukan hampir 1 juta tes sejak April 2020,” tuturnya. Menurut dr. Fathema, pihaknya berusaha untuk tidak ada pasien yang ditolak ketika datang ke rumah sakit.
“Caranya dengan memastikan aliran layanan lancar dari IGD, masuk rawat isolasi atau ICU hingga pulang. Kalaupun perlu rawatan lain kami ada hotel atau penginapan yang bisa dipakai sebagai safe house. Kemudian jika ada yang penuh juga bisa kami carikan ke jaringan rumah sakit yang lainnya sehingga aliran layanan terkontrol. Kami juga bekerjasama dengan RS swasta,” ungkapnya.
Terkait Bed Occupancy Rate (BOR), dr. Fathema menjelaskan bahwa biarpun tempat tidur terus ditambah, BOR tetap ikut naik. Untuk saat ini BOR di angka 80-90 persen. Artinya meski tambah terus ruang isolasi atau ICU di RS, BOR tetap tinggi dan naik, artiinya memang terjadi peningkatan jumlah pasien yang terkena COvid 19-bertambah secara signifikan.
Kemudian yang hijau konversi 25 persen dengan penambahan ICU 10-15 persen dari ruangan yang terkonversi. Jumlah ruangan khusus COVID-19 juga bertambah terus seiring dinamika pandemi. Total RS BUMN memiliki lebih dari 7 ribu tempat tidur dan telah dikonversi lebih dari 3.500an tempat tidur untuk isolasi atau perawatan COVID-19.
Baca Juga : Perhatikan! 4 Kelompok Ini Tak Boleh Divaksinasi
Sementara ada 512 bed ICU COVID, sudah termasuk penambahan 50 bed ICU di RSPP Simprug. “Ini adalah upaya IHC merespon permasalahan di lapangan. Kemudian kami telah melakukan hampir 1 juta tes sejak April 2020,” tuturnya. Menurut dr. Fathema, pihaknya berusaha untuk tidak ada pasien yang ditolak ketika datang ke rumah sakit.
“Caranya dengan memastikan aliran layanan lancar dari IGD, masuk rawat isolasi atau ICU hingga pulang. Kalaupun perlu rawatan lain kami ada hotel atau penginapan yang bisa dipakai sebagai safe house. Kemudian jika ada yang penuh juga bisa kami carikan ke jaringan rumah sakit yang lainnya sehingga aliran layanan terkontrol. Kami juga bekerjasama dengan RS swasta,” ungkapnya.
Terkait Bed Occupancy Rate (BOR), dr. Fathema menjelaskan bahwa biarpun tempat tidur terus ditambah, BOR tetap ikut naik. Untuk saat ini BOR di angka 80-90 persen. Artinya meski tambah terus ruang isolasi atau ICU di RS, BOR tetap tinggi dan naik, artiinya memang terjadi peningkatan jumlah pasien yang terkena COvid 19-bertambah secara signifikan.
Lihat Juga :