Cegah Corona, Masyarakat Disarankan Rutin Konsumsi Probiotik dan Prebiotik
Sabtu, 18 April 2020 - 03:00 WIB
"Karena pola makan dan hidup yang terpapar berbagai polutan dan beban tekanan (stres) yang dapat merusak mikrobiota dalam saluran cerna, diperlukan upaya pemulihan kembali," kata dia.
Mengonsumsi pangan yang sehat bergizi serta vitamin-vitamin yang dibutuhkan tubuh sangat diperlukan. Hal itu, kata Ge Recta, bertujuan untuk membentuk kembali mikrobiota yang sehat, sangat disarankan rutin mengonsumsi probiotik dan prebiotik. "Probiotik yang baik mengandung beragam mikroba yang menguntungkan dan selaras dengan alam. Prebiotik adalah makanan probiotik berupa non-digestable fiber yang biasanya terdapat dalam buah dan sayur," paparnya.
Lebih lanjut, Ge Recta, yang merupakan owner PT Agro Mitra Alimentare (AMA), menyatakan, virus yang sering jadi penyebab outbreak pandemi adalah virusribonucleic acid (RNA), yang hanya memiliki single strand genetic. Covid-19 merupakan virus single strand RNA, sehingga mudah bermutasi karena tidak memiliki proofreading yang bisa mengoreksi terjadinya salah transkripsi seperti pada virus DNA atau sel manusia.
Ge Recta pun mengapresiasi langkah preventif penularan Covid-19 dengan memakai penyemprotan disinfektan. Menurutnya, langkah tersebut bagus. Hanya saja, yang perlu dipertimbangkan adalah risiko akan menciptakan mutan baru yang berdampak pada kesehatan manusia. "Lantas, apakah tidak akan terjadi outbreak pandemi baru dalam periode yang lebih singkat?" tutupnya.
Mengonsumsi pangan yang sehat bergizi serta vitamin-vitamin yang dibutuhkan tubuh sangat diperlukan. Hal itu, kata Ge Recta, bertujuan untuk membentuk kembali mikrobiota yang sehat, sangat disarankan rutin mengonsumsi probiotik dan prebiotik. "Probiotik yang baik mengandung beragam mikroba yang menguntungkan dan selaras dengan alam. Prebiotik adalah makanan probiotik berupa non-digestable fiber yang biasanya terdapat dalam buah dan sayur," paparnya.
Lebih lanjut, Ge Recta, yang merupakan owner PT Agro Mitra Alimentare (AMA), menyatakan, virus yang sering jadi penyebab outbreak pandemi adalah virusribonucleic acid (RNA), yang hanya memiliki single strand genetic. Covid-19 merupakan virus single strand RNA, sehingga mudah bermutasi karena tidak memiliki proofreading yang bisa mengoreksi terjadinya salah transkripsi seperti pada virus DNA atau sel manusia.
Ge Recta pun mengapresiasi langkah preventif penularan Covid-19 dengan memakai penyemprotan disinfektan. Menurutnya, langkah tersebut bagus. Hanya saja, yang perlu dipertimbangkan adalah risiko akan menciptakan mutan baru yang berdampak pada kesehatan manusia. "Lantas, apakah tidak akan terjadi outbreak pandemi baru dalam periode yang lebih singkat?" tutupnya.
(nug)
Lihat Juga :