Sering Menghangatkan Makanan, Bahayakah Bagi Kesehatan?
Jum'at, 11 Juni 2021 - 15:00 WIB
Dalam studi lain, peneliti membandingkan kandungan fenolat (senyawa yang terkait dengan berbagai manfaat kesehatan) dari berbagai sayuran setelah direbus, dikukus, dan di-microwave.
Hasilnya, mengukus sayuran dengan microwave menyebabkan hilangnya kandungan fenolik dalam labu, kacang polong dan daun bawang, tetapi tidak pada bayam, paprika, brokoli atau kacang hijau. Para peneliti juga menguji aktivitas antioksidan.
Baca Juga : Benarkah Telur Sebabkan Kolesterol Naik? Cek Faktanya!
Penting untuk dicatat bahwa memanaskan kembali makanan juga memiliki risiko. Makanan harus dipanaskan hingga mencapai suhu 82 derajat Celcius (176F) untuk membunuh bakteri berbahaya. Karena bakteri masih dapat tumbuh setiap kali makanan didinginkan kembali, Anda tidak boleh memanaskan makanan lebih dari sekali.
Hasilnya, mengukus sayuran dengan microwave menyebabkan hilangnya kandungan fenolik dalam labu, kacang polong dan daun bawang, tetapi tidak pada bayam, paprika, brokoli atau kacang hijau. Para peneliti juga menguji aktivitas antioksidan.
Baca Juga : Benarkah Telur Sebabkan Kolesterol Naik? Cek Faktanya!
Penting untuk dicatat bahwa memanaskan kembali makanan juga memiliki risiko. Makanan harus dipanaskan hingga mencapai suhu 82 derajat Celcius (176F) untuk membunuh bakteri berbahaya. Karena bakteri masih dapat tumbuh setiap kali makanan didinginkan kembali, Anda tidak boleh memanaskan makanan lebih dari sekali.
(dra)
Lihat Juga :