Bahaya di Balik Minuman Boba, Kenaikan Berat Badan hingga Diabetes
Sabtu, 12 Juni 2021 - 15:20 WIB
"Untuk orang dewasa normal yang sehat, dianjurkan untuk mengonsumsi tidak lebih dari delapan sendok teh gula sehari,” sambungnya.
Selain tinggi kalori, faktanya minuman boba disebutkan mengandung karbohidrat tinggi dan minim nutrisi penting seperti serat, vitamin dan mineral. Mengurangi level gula atau menggantinya dengan pemanis buatan seperti gula aren atau bubuk sweeteners tak menjadikan minuman boba bebas bahaya.
Ancaman bahaya berikutnya, yakni resiko memicu diabetes. Disebutkan Kong, minum minuman boba memang tak secara langsung mengakibatkan penyakit diabetes tapi efeknya datang secara berkala.
“Minum bubble tea tidak akan menyebabkan diabetes secara langsung. Namun, kandungan gulanya dapat menyebabkan risiko tinggi tidak hanya diabetes. Tetapi juga sistem kekebalan tubuh yang rendah, penuaan dini dan kerusakan gigi,” ujar Kong.
Baca Juga : Sering Menurunkan Masker di Bawah Dagu? Ini Bahayanya!
Selanjutnya, ancaman bahaya yang lebih spesifik seperti masalah pencernaan dan stamina bisa dialami oleh kelompok usia tertentu. Contohnya pada anak-anak dan orang lanjut usia.
Selain tinggi kalori, faktanya minuman boba disebutkan mengandung karbohidrat tinggi dan minim nutrisi penting seperti serat, vitamin dan mineral. Mengurangi level gula atau menggantinya dengan pemanis buatan seperti gula aren atau bubuk sweeteners tak menjadikan minuman boba bebas bahaya.
Ancaman bahaya berikutnya, yakni resiko memicu diabetes. Disebutkan Kong, minum minuman boba memang tak secara langsung mengakibatkan penyakit diabetes tapi efeknya datang secara berkala.
“Minum bubble tea tidak akan menyebabkan diabetes secara langsung. Namun, kandungan gulanya dapat menyebabkan risiko tinggi tidak hanya diabetes. Tetapi juga sistem kekebalan tubuh yang rendah, penuaan dini dan kerusakan gigi,” ujar Kong.
Baca Juga : Sering Menurunkan Masker di Bawah Dagu? Ini Bahayanya!
Selanjutnya, ancaman bahaya yang lebih spesifik seperti masalah pencernaan dan stamina bisa dialami oleh kelompok usia tertentu. Contohnya pada anak-anak dan orang lanjut usia.
Lihat Juga :