Suntikan Booster Kemungkinan Tidak Diperlukan Penerima Vaksin Moderna dan Pfizer

Rabu, 30 Juni 2021 - 03:44 WIB
Namun, lebih lanjut disebutkan juga jika hal itu hadir dengan peringatan bahwa virus corona pada kenyataannya terus berevolusi dan variasi baru yang signifikan dapat membuat suntik booster menjadi diperlukan.

Temuan studi ini disambut positif Marion Pepper, immunologist dari University of Washington. Dia menyebutkan, temuan studi tersebut memperlihatkan bahwa sell B juga berevolusi dan akhirnya bisa memberikan proteksi terhadap virus yang terus berkembang.

"Semua orang selalu fokus pada evolusi virus, ini juga memperlihatkan bahwa sel-sel B melakukan hal yang sama dan itu akan menjadi pelindung terhadap evolusi virus yang sedang berlangsung, ini hal yang benar-benar menggembirakan," terang Marion.

Baca juga: Positif Covid-19, Roger Danuarta Kehilangan Indera Perasa

Sebagai informasi, dari laporan Forbes, studi ini diketahui tidak secara eksplisit membahas jenis varian baru seperti Delta. Studi sampel juga tidak mencakup siapa pun yang menerima vaksin Johnson & Johnson dosis tunggal, meskipun peneliti utama Dr. Ali Ellebedy dari Universitas Washington mengatakan jika respons kekebalan vaksin J&J kemungkinan akan kurang kuat dalam jangka panjang. Tetapi pada vaksin Mrna jauh lebih baik.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!