Moderna Klaim Vaksin Booster Terbarunya Mampu Lawan Omicron
Rabu, 20 April 2022 - 19:01 WIB
loading...
Moderna melalui rilis terbarunya menyebutkan jika vaksin booster versi terbaru yang diberi nama vaksin bivalen diklaim lebih kuat lawan Omicron. / Foto: ilustrasi/nytimes
A
A
A
JAKARTA - Moderna melalui rilis terbarunya menyebutkan jika vaksin booster versi terbaru bernama 'vaksin bivalen' diklaim lebih kuat lawan Omicron.
Ini diperoleh dari penilaian respons kekebalan terhadap varian Covid-19 yang mendominasi kasus secara global.
"Vaksin booster Moderna versi terbaru ini terbuat dari penggabungan vaksin khusus varian beta dengan formula asli Moderna," terang laporan NBC News, dikutip MNC Portal, Rabu (20/4/2022).
Baca juga: K-Vision Ultah Ke-8, Berharap Terus Tumbuh dan Makin Cling
Vaksin hasil modifikasi tersebut, menurut pihak Moderna, menawarkan perlindungan yang lebih kuat terhadap virus Covid-19 dibandingkan dengan booster yang ada sekarang. Hal ini karena booster Moderna terdahulu menargetkan virus asli Covid-19 yang teridentifikasi pada akhir 2019.
"Klaim Moderna cukup membantu, tapi tetap saja diperlukan banyak data sampai akhirnya ilmuwan percaya akan hal tersebut," ujar dokter penyakit menular dan profesor kedokteran di University of Toronto, Dokter Isaac Bogoch terkait temuan ini.
Temuan ini baru disampaikan melalui pihak perusahaan, sehingga data lengkapnya belum ditinjau oleh ilmuwan dari luar.
Ini diperoleh dari penilaian respons kekebalan terhadap varian Covid-19 yang mendominasi kasus secara global.
"Vaksin booster Moderna versi terbaru ini terbuat dari penggabungan vaksin khusus varian beta dengan formula asli Moderna," terang laporan NBC News, dikutip MNC Portal, Rabu (20/4/2022).
Baca juga: K-Vision Ultah Ke-8, Berharap Terus Tumbuh dan Makin Cling
Vaksin hasil modifikasi tersebut, menurut pihak Moderna, menawarkan perlindungan yang lebih kuat terhadap virus Covid-19 dibandingkan dengan booster yang ada sekarang. Hal ini karena booster Moderna terdahulu menargetkan virus asli Covid-19 yang teridentifikasi pada akhir 2019.
"Klaim Moderna cukup membantu, tapi tetap saja diperlukan banyak data sampai akhirnya ilmuwan percaya akan hal tersebut," ujar dokter penyakit menular dan profesor kedokteran di University of Toronto, Dokter Isaac Bogoch terkait temuan ini.
Temuan ini baru disampaikan melalui pihak perusahaan, sehingga data lengkapnya belum ditinjau oleh ilmuwan dari luar.
Lihat Juga :