Jangan Campur Dua Merek Vaksin pada Proses Vaksinasi Covid-19, Kenapa?
Kamis, 01 Juli 2021 - 15:53 WIB
"Artinya, semua vaksin yang datang ke Indonesia itu sudah disetujui BPOM dan dengan begitu dipastikan aman dan efektif," katanya saat Instagram Live Okezone Stories, belum lama ini.
Dokter Dirga melanjutkan, untuk itu masyarakat tak harus ragu untuk menerima merek vaksin apapun, karena semuanya baik. Dan jangan juga kemudian mencampur dua merek vaksin pada proses vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dalam dua dosis penggunaan.
"Mencampur vaksin itu butuh penelitian untuk menentukan apakah baik atau buruk. Sejauh ini, produsen vaksin yang sudah melakukan percobaan vaksin campuran adalah AstraZeneca dengan Pfizer, selain dari itu, ya, tidak ada data ilmiahnya. Oleh karena itu, masyarakat jangan melakukannya," kata dr Dirga.
"Indonesia sampai saat ini pun tegas menyatakan bahwa setiap orang yang menerima vaksin harus dari produsen vaksin yang sama pada dosis pertama maupun kedua," sambungnya.
Hal ini pun berlaku untuk mereka yang para penyintas Covid-19, baik yang sama sekali belum divaksin maupun yang sudah.
Dokter Dirga melanjutkan, untuk itu masyarakat tak harus ragu untuk menerima merek vaksin apapun, karena semuanya baik. Dan jangan juga kemudian mencampur dua merek vaksin pada proses vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dalam dua dosis penggunaan.
"Mencampur vaksin itu butuh penelitian untuk menentukan apakah baik atau buruk. Sejauh ini, produsen vaksin yang sudah melakukan percobaan vaksin campuran adalah AstraZeneca dengan Pfizer, selain dari itu, ya, tidak ada data ilmiahnya. Oleh karena itu, masyarakat jangan melakukannya," kata dr Dirga.
"Indonesia sampai saat ini pun tegas menyatakan bahwa setiap orang yang menerima vaksin harus dari produsen vaksin yang sama pada dosis pertama maupun kedua," sambungnya.
Hal ini pun berlaku untuk mereka yang para penyintas Covid-19, baik yang sama sekali belum divaksin maupun yang sudah.
Lihat Juga :