Pandemi Covid-19 Bikin Cemas, Begini Saran Psikolog Untuk Menghindarinya!

Jum'at, 09 Juli 2021 - 12:36 WIB
Psikolog Klinis Meity Arianty menjelaskan kalau dirinya saat ini sudah menerapkan pembatasan sosial media. Menurutnya itu cara paling bijak dan mudah dilakukan di saat seperti sekarang untuk mewaraskan mental.

"Aku enggak mau lihat, enggak pernah mau lihat. Kalau ada informasi mengenai lonjakan kasus, video penguburan jenazah, kolapsnya rumah sakit, aku enggak mau lihat langsung. Itu mengotori pikiranku," cerita Mei pada MNC Portal, Jumat (9/7/2021).

Saat pikiran sudah kotor, sambung Mei, maka akan mudah muncul kecemasan dan ketakutan dan kondisi negatif itu bakal mengontrol tubuh kita. Kalau sudah begitu, akan sulit untuk menyeimbangkan pikiran dan tubuh.

"Karena itu, aku saat ini sangat memfilter apa yang aku lihat, aku dengar, aku baca. Aku mengontrol mata, telinga, dan pikiranku," tambahnya.

Mei mengungkapkan bahwa banyak kliennya saat ini remaja yang mengeluhkan cemas berlebih dan salah satu penyebabnya adalah kabar kematian yang terus berdatangan setiap hari di media sosial ataupun di aplikasi chat.

"Kabar kematian membuat remaja banyak yang tremor karena cemas dan membuat ibu-ibu psikosomatis karena ketakutan," paparnya.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk mewaraskan mental di saat seperti sekarang selain memfilter informasi?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!