MSB Gelar Lomba Nulis Puisi Corona Tingkat SMA se-Bandung Raya, Ini Juaranya

Selasa, 21 April 2020 - 06:40 WIB
Mungkin dipaksa atau terpaksa.

Tawaku meledak tak kendali kemudian.

Bibirku robek oleh tawa kali ini.

Kini seluruh rumah peribadatan sepi.

Tak ada yang berani lagi,

Mungkin cukup manusiawi.

Tuhan mungkin mengerti,

Bahwasanya manusia hendaknya berdiam

Atau berdoa dalam heningnya

Sambil mengingat Tuhannya.

Aku terkekeh lagi,

Kali ini hatiku tergelitik.

Betapa lucunya manusia yang berdoa

Tapi tujuan mereka untuk dunia.

Senyum dan tawa berhasil merobek bibirku yang kian menipis dalam menyebut nama-Mu, Tuhanku.

(Lembang, April 2020)
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!