Stroke, Kebanyakan Nonton TV Bisa Meningkatkan Risiko

Senin, 23 Agustus 2021 - 22:09 WIB
“Waktu menetap adalah durasi aktivitas terjaga yang dilakukan sambil duduk atau berbaring. Waktu luang sedentary adalah khusus untuk aktivitas sedentary yang dilakukan saat tidak bekerja," kata penulis studi Raed Joundi dari University of Calgary di Kanada dilansir dari Express, Senin (23/8).

"Penting untuk dipahami apakah terlalu banyak waktu duduk dapat menyebabkan stroke pada individu muda, karena stroke dapat menyebabkan kematian dini atau secara signifikan mengganggu fungsi dan kualitas hidup," sambungnya.

Catatan rumah sakit peserta dinilai selama 9,4 tahun, untuk mengidentifikasi insiden stroke. Peneliti melakukan tinjauan paralel terhadap aktivitas menetap dengan mengukur berapa banyak waktu yang dihabiskan partisipan di depan komputer atau menonton TV.

Kelompok itu kemudian dibagi menjadi empat kategori kurang dari empat jam aktivitas menetap sehari, empat sampai enam jam sehari, enam sampai delapan jam sehari dan delapan jam atau lebih sehari.

Baca Juga: Wamenparekraf Angela Vaksin Dosis Kedua di Sentra Vaksinasi MNC



Rata-rata waktu duduk harian di seluruh kohort adalah 4,08 jam. Individu berusia 60 dan lebih muda memiliki waktu menetap rata-rata 3,9 jam sehari, dibandingkan dengan 4,3 jam untuk mereka yang berusia 80 tahun ke atas, dan 4,4 jam untuk orang dewasa berusia 60 hingga 79 tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!