Ethnicity Wedding Expo Dalton Diharap Bisa Mendongkrak Ekonomi Makassar
Jum'at, 10 September 2021 - 18:46 WIB
"Kita harap wedding expo ini memberikan kegembiraan kepada para keluarga dan calon mempelai. Semoga apa yang kami lakukan juga memberikan sesuatu yang berarti bagi ekonomi Makassar. Karena di sini ada pelaku kesenian, vendor, jadi ekonomi bisa bergerak," jelas Anggiat.
Plh Kadis Pariwisata Kota Makassar, Muhammad Roem mengapresiasi pelaksanaan wedding expo di Dalton Hotel. Dia menilai, upaya PHI ini bisa menjadi pemicu agar pelaku usaha lain menggelar kegiatan ekonomi sehingga membangun optimisme di Makassar.
"Ini adalah inovasi dan menyesuaikan dengan kondisi pandemi. Perlu diketahui bahwa pemerintah tidak melarang menggelar kegiatan, hanya membatasi. Wedding expo ini semoga menjadi trigger, hari ini kita bangun optimisme untuk Makassar," ungkap Roem.
Baca juga:Ekspansi, Pegadaian Galeri 24 Hadir di Jalan Boulevard Kota Makassar
Lebih jauh, dia menjelaskan, Kota Makassar sebagai pasar MICE sangat terdampak pandemi Covid-19. Rata-ata okupansi hotel tidak pernah menyentuh angka di atas 50 persen. Sehingga perlu ada upaya khusus untuk menutupi pasar MICE tersebut.
"Posisi okupansi kita tidak pernah 50 persen, saat ini diisi kegiatan government saja, jadi pemerintah minta kegiatan seperti wedding digelar di hotel," pungkas Roem.
Plh Kadis Pariwisata Kota Makassar, Muhammad Roem mengapresiasi pelaksanaan wedding expo di Dalton Hotel. Dia menilai, upaya PHI ini bisa menjadi pemicu agar pelaku usaha lain menggelar kegiatan ekonomi sehingga membangun optimisme di Makassar.
"Ini adalah inovasi dan menyesuaikan dengan kondisi pandemi. Perlu diketahui bahwa pemerintah tidak melarang menggelar kegiatan, hanya membatasi. Wedding expo ini semoga menjadi trigger, hari ini kita bangun optimisme untuk Makassar," ungkap Roem.
Baca juga:Ekspansi, Pegadaian Galeri 24 Hadir di Jalan Boulevard Kota Makassar
Lebih jauh, dia menjelaskan, Kota Makassar sebagai pasar MICE sangat terdampak pandemi Covid-19. Rata-ata okupansi hotel tidak pernah menyentuh angka di atas 50 persen. Sehingga perlu ada upaya khusus untuk menutupi pasar MICE tersebut.
"Posisi okupansi kita tidak pernah 50 persen, saat ini diisi kegiatan government saja, jadi pemerintah minta kegiatan seperti wedding digelar di hotel," pungkas Roem.
(luq)
Lihat Juga :