Upaya Mendukung Pemerintah dalam Mencapai Net Zero Carbon

Rabu, 01 Desember 2021 - 01:10 WIB
Menurut dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. H. Endes N. Dahlan, trembesi dapat menyerap CO2 sebesar 28,5 ton/pohon/tahun dibandingkan dengan pohon akasia yang mampu menyerap 5,3 ton/tahun dan kenanga 0,5 ton/tahun.

"Kandungan 78 persen nitrogen di udara membuat trembesi mampu bertahan hidup di lahan-lahan marjinal hingga lahan-lahan kritis, seperti lahan bekas tambang. Bahkan, trembesi dapat bertahan pada tanah dengan tingkat kesamaan tinggi dan kering," jelasnya.

Sementara itu, dalam upaya penanaman trembesi, BLDF melakukan pembibitan trembesi di Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) yang berlokasi di Kudus. Di sanalah, bibit-bibit trembesi dirawat hingga akhirnya siap untuk ditanam di berbagai ruas jalan.

Baca juga: Viral! Pasutri Keliling Dunia Naik Motor sampai Menara Eiffel

BLDF juga melakukan perawatan trembesi selama tiga tahun hingga pohon trembesi tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri. "Perawatan yang dilakukan termasuk pendangiran, penyiraman, pemberian pupuk, hingga penggantian bibit pohon yang mati," tutup FX Supanji.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!