Upaya Mendukung Atasi Gangguan Pendengaran dan Penglihatan di Solo
Selasa, 14 Desember 2021 - 14:15 WIB
Menurut Trista, ketatnya standar pemeriksaan dan relatif canggihnya peralatan yang dipakai Kasoem Vision Care dan Kasoem Hearing Center merupakan poin utama yang layak dipertimbangkan para tenaga medis.
Dalam data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, gangguan pendengaran dan gangguan penglihatan memiliki dampak serius ke penderitanya. Disebutkan bahwa sekitar 4,6 % dari total populasi penduduk Indonesia memakai kacamata refraksi atau kacamata minus dan saat ini sekitar 10 % dari 66 juta anak usia sekolah (5 - 19 tahun) mengalami gangguan mata akibat kelainan refraksi.
Masalah tersebut akan sangat mengganggu anak-anak meraih prestasi dengan optimal di sekolahnya dan tentu saja masa depan mereka, itulah pentingnya dilakukan deteksi dini.
Sedangkan menurut WHO, diperkirakan 1 dari 4 orang di dunia bisa mengalami gangguan pendengaran pada 2050. Pernyataan ini disampaikan WHO di laman resminya, 2 Maret 2021, berdasarkan laporan penelitian yang dirilis di hari yang sama.
Dalam lampiran itu disebutkan pada 2050 diperkirakan 2,5 miliar orang berpotensi memiliki gangguan pendengaran dengan tingkat tertentu. 700 juta dari jumlah itu akan membutuhkan bantuan alat pendengaran dan layanan rehabilitasi.
Dalam data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, gangguan pendengaran dan gangguan penglihatan memiliki dampak serius ke penderitanya. Disebutkan bahwa sekitar 4,6 % dari total populasi penduduk Indonesia memakai kacamata refraksi atau kacamata minus dan saat ini sekitar 10 % dari 66 juta anak usia sekolah (5 - 19 tahun) mengalami gangguan mata akibat kelainan refraksi.
Masalah tersebut akan sangat mengganggu anak-anak meraih prestasi dengan optimal di sekolahnya dan tentu saja masa depan mereka, itulah pentingnya dilakukan deteksi dini.
Sedangkan menurut WHO, diperkirakan 1 dari 4 orang di dunia bisa mengalami gangguan pendengaran pada 2050. Pernyataan ini disampaikan WHO di laman resminya, 2 Maret 2021, berdasarkan laporan penelitian yang dirilis di hari yang sama.
Dalam lampiran itu disebutkan pada 2050 diperkirakan 2,5 miliar orang berpotensi memiliki gangguan pendengaran dengan tingkat tertentu. 700 juta dari jumlah itu akan membutuhkan bantuan alat pendengaran dan layanan rehabilitasi.
Lihat Juga :