Royco-BKKBN Kolaborasi untuk Atasi Malnutrisi pada Anak
Rabu, 26 Januari 2022 - 10:30 WIB
Para narasumber dalam konferensi pers virtual Hari Gizi Nasional 2022, Royco Pertegas Komitmen Atasi Malnutrisi melalui Aksi dan Kolaborasi Strategis belum lama ini. Foto/Istimewa
JAKARTA - Dalam rangka Hari Gizi Nasional 2022 yang bertema Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas, Royco mengumumkan berbagai inisiatif dan kolaborasi untuk memperluas dampak dari program edukasi nutrisi Royco Nutrimenu yang terlaksana sejak 2019. Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Head of Foods & Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk. Ari Astuti menjelaskan, berlandaskan strategi bisnis global The Unilever Compass, khususnya pada pilar Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, pihaknya memiliki komitmen Future Foods untuk menghadirkan produk makanan dan minuman lezat yang baik bagi masyarakat dan lingkungan.
"Sejalan dengan komitmen tersebut, Royco mengedepankan purpose Gerakan Pangan untuk Masa Depan untuk menginspirasi keluarga Indonesia mengonsumsi hidangan dari bahan makanan dari sumber yang berkelanjutan, dan sesuai dengan pedoman Isi Piringku yang digalakkan pemerintah," kata wanita yang akrab disapa Tutut itu dalam konferensi pers virtual belum lama ini.
Permasalahan stunting semakin membutuhkan perhatian bersama. Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021 menunjukkan bahwa prevalensi stunting mencapai 24,4%.
Head of Foods & Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk. Ari Astuti menjelaskan, berlandaskan strategi bisnis global The Unilever Compass, khususnya pada pilar Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, pihaknya memiliki komitmen Future Foods untuk menghadirkan produk makanan dan minuman lezat yang baik bagi masyarakat dan lingkungan.
"Sejalan dengan komitmen tersebut, Royco mengedepankan purpose Gerakan Pangan untuk Masa Depan untuk menginspirasi keluarga Indonesia mengonsumsi hidangan dari bahan makanan dari sumber yang berkelanjutan, dan sesuai dengan pedoman Isi Piringku yang digalakkan pemerintah," kata wanita yang akrab disapa Tutut itu dalam konferensi pers virtual belum lama ini.
Permasalahan stunting semakin membutuhkan perhatian bersama. Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2021 menunjukkan bahwa prevalensi stunting mencapai 24,4%.
Lihat Juga :