Pasien Covid-19 Kurang Gizi Berisiko Alami Kematian Lebih Tinggi
Selasa, 10 Agustus 2021 - 21:18 WIB
loading...
Pasien Covid-19 Kurang Gizi Berisiko Alami Kematian Lebih Tinggi. Foto/Ali Masduki.
A
A
A
JAKARTA - Studi baru menunjukkan bahwa pasien Covid-19 yang kekurangan gizi atau malnutrisi memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Studi tersebut dirilis dalam jurnal Scientific Reports.
Malnutrisi menghambat berfungsinya sistem kekebalan tubuh dan diketahui meningkatkan risiko infeksi parah untuk virus lain. Tetapi potensi efek jangka panjang dari malnutrisi pada Covid-19 kurang jelas.
Louis Ehwerhemuepha dan rekannya menyelidiki hubungan antara diagnosis malnutrisi dan keparahan Covid-19 . Mereka menggunakan catatan medis untuk 8.604 anak-anak dan 94.495 orang dewasa (usia lebih dari 18 tahun) yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 di Amerika Serikat antara Maret dan Juni 2020.
Dilansir dari Healthshots, Selasa (10/8) pasien dengan diagnosis malnutrisi antara tahun 2015 dan 2019 dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami malnutrisi.
Dari 520 (6%) anak-anak dengan Covid-19 parah, 39 (7,5%) memiliki diagnosis kekurangan gizi sebelumnya, dibandingkan dengan 125 (1,5%) dari 7.959 (98,45%) anak-anak dengan Covid-19 ringan.
Baca Juga : Pasien Covid-19 Alami Kerontokan Rambut Berbulan-bulan Setelah Infeksi
Dari 11.423 (11%) orang dewasa dengan Covid-19 parah, 453 (4%) memiliki diagnosis malnutrisi sebelumnya, dibandingkan dengan 1.557 (1,8%) dari 81.515 (98,13%) orang dewasa dengan Covid-19 ringan.
Anak-anak yang lebih tua dari lima tahun dan orang dewasa berusia 18 hingga 78 tahun dengan diagnosis malnutrisi sebelumnya ditemukan memiliki peluang lebih tinggi terkena Covid-19 parah dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat malnutrisi pada kelompok usia yang sama.
Malnutrisi menghambat berfungsinya sistem kekebalan tubuh dan diketahui meningkatkan risiko infeksi parah untuk virus lain. Tetapi potensi efek jangka panjang dari malnutrisi pada Covid-19 kurang jelas.
Louis Ehwerhemuepha dan rekannya menyelidiki hubungan antara diagnosis malnutrisi dan keparahan Covid-19 . Mereka menggunakan catatan medis untuk 8.604 anak-anak dan 94.495 orang dewasa (usia lebih dari 18 tahun) yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 di Amerika Serikat antara Maret dan Juni 2020.
Dilansir dari Healthshots, Selasa (10/8) pasien dengan diagnosis malnutrisi antara tahun 2015 dan 2019 dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami malnutrisi.
Dari 520 (6%) anak-anak dengan Covid-19 parah, 39 (7,5%) memiliki diagnosis kekurangan gizi sebelumnya, dibandingkan dengan 125 (1,5%) dari 7.959 (98,45%) anak-anak dengan Covid-19 ringan.
Baca Juga : Pasien Covid-19 Alami Kerontokan Rambut Berbulan-bulan Setelah Infeksi
Dari 11.423 (11%) orang dewasa dengan Covid-19 parah, 453 (4%) memiliki diagnosis malnutrisi sebelumnya, dibandingkan dengan 1.557 (1,8%) dari 81.515 (98,13%) orang dewasa dengan Covid-19 ringan.
Anak-anak yang lebih tua dari lima tahun dan orang dewasa berusia 18 hingga 78 tahun dengan diagnosis malnutrisi sebelumnya ditemukan memiliki peluang lebih tinggi terkena Covid-19 parah dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat malnutrisi pada kelompok usia yang sama.
Lihat Juga :