Berikan Efek Medis, Puasa Sehat di Tengah Pandemi

Jum'at, 24 April 2020 - 10:45 WIB
Namun, dr Tirta mengingatkan, di tengah pandemi seperti ini, ada baiknya tidak mengonsumsi makanan yang dapat memicu terjadinya inflamasi (peradangan). Itu sebabnya disarankan menjauhi makanan dengan gula tinggi, lemak jenuh, dan trans yang juga tinggi seperti teh manis dan minuman manis lainnya, serta aneka gorengan yang sering menjadi tipikal menu berbuka di Indonesia.

"Lebih baik mengonsumsi kurma dan buah-buahan yang banyak mengandung air untuk menyuplai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh," ujarnya. Seperti halnya dalam kondisi normal, konsumsi makanan bergizi seimbang saat berpuasa sangat diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh, terlebih dalam situasi pandemi seperti sekarang.

Indikator seimbangnya makanan yang dimakan dapat dilihat dari variasi jenis dan warna yang terhidang dalam piring makan. Pastikan selalu menghadirkan protein (hewani dan nabati), sumber karbohidrat (makanan pokok, diutamakan yang mengandung serat tinggi seperti nasi merah, umbi, jagung, atau nasi putih yang ditambahkan dengan aneka biji-bijian), serta sumber lemak baik yang bisa diperoleh dari alpukat dan minyak tidak jenuh ganda lainnya.

Adapun protein hewani akan menyuplai asam amino yang lengkap dibandingkan protein nabati. Pastikan selalu ada setidaknya 1–2 porsi protein hewani. Jenis daging putih seperti unggas dan ikan merupakan pilihan terbaik. Jika sulit mendapatkannya, sebutir telur per hari menjadi jalan keluar yang paling baik untuk dapatkan protein berkualitas. Protein yang menjalani proses fermentasi sangat baik untuk kesehatan saluran cerna. Tahu dan tempe lebih baik daripada kacang kedelai. Yoghurt dan keju memiliki kelebihan daripada susu.

Pengecualian untuk Tenaga Medis
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!