Hari Down Syndrome Sedunia, Cordlife Edukasi Masyarakat lewat Gelaran Trisomy Awareness Bash 2022
Rabu, 30 Maret 2022 - 13:05 WIB
Menurut Product Manager PT Cordlife Persada Irsani Fernilia, sebagai perusahaan pelayanan kesehatan dan pionir dalam industri penyimpanan darah tali pusat di Asia, visi Cordlife adalah membantu banyak orang hidup lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih baik.
Untuk itu, kata Irsani, melalui acara ini Cordlife sekaligus ingin menginformasikan kepada masyarakat mengenai layanan diagnostic yang pihaknya miliki, salah satunya NIPT (Non Invasive Prenatal Test) yang dapat mendeteksi kelainan kromosom sejak usia kehamilan 10 minggu. Termasuk kelainan pada kromosom 21 atau down syndrome ini.
"Cordlife berharap, dengan mengetahui kondisi janin sedini mungkin akan semakin banyak keluarga di Indonesia dapat mempersiapkan perjalanan kehamilannya," kata dia.
Melalui kegiatan Hari Down Syndrome Dunia 2022 maupun 6th Trisomy Awareness Bash 2022 ini, timpal Pratiwi, Cordlife berharap dapat membantu anak-anak down syndrome agar lebih dikenal dan diterima di masyarakat, serta dapat menjadi sarana edukasi bagi khalayak mengenai persiapan sejak dini untuk perawatan anak dengan down syndrome yang lebih baik dan mendapatkan support system yang tepat bersama POTADS.
"Selain itu kami juga meggandeng Laulima sebagai platform edukasi dalam menyebarkan awareness mengenai kondisi down syndrome ini," pungkas Pratiwi.
Untuk itu, kata Irsani, melalui acara ini Cordlife sekaligus ingin menginformasikan kepada masyarakat mengenai layanan diagnostic yang pihaknya miliki, salah satunya NIPT (Non Invasive Prenatal Test) yang dapat mendeteksi kelainan kromosom sejak usia kehamilan 10 minggu. Termasuk kelainan pada kromosom 21 atau down syndrome ini.
"Cordlife berharap, dengan mengetahui kondisi janin sedini mungkin akan semakin banyak keluarga di Indonesia dapat mempersiapkan perjalanan kehamilannya," kata dia.
Melalui kegiatan Hari Down Syndrome Dunia 2022 maupun 6th Trisomy Awareness Bash 2022 ini, timpal Pratiwi, Cordlife berharap dapat membantu anak-anak down syndrome agar lebih dikenal dan diterima di masyarakat, serta dapat menjadi sarana edukasi bagi khalayak mengenai persiapan sejak dini untuk perawatan anak dengan down syndrome yang lebih baik dan mendapatkan support system yang tepat bersama POTADS.
"Selain itu kami juga meggandeng Laulima sebagai platform edukasi dalam menyebarkan awareness mengenai kondisi down syndrome ini," pungkas Pratiwi.
(tsa)
Lihat Juga :