2 Tahun Tertunda, Happy Salma Kembali Angkat Kisah Inggit Garnasih di Pentas Teater
Rabu, 25 Mei 2022 - 15:45 WIB
"Ini adalah sebuah keniscayaan dan kepercayaan bahwa ke depannya kita bisa melaksanakan pertunjukan, bertemu dengan penonton, serta menumbuhkan ekosistem seni pertunjukan Indonesia," ujar Happy Salma.
Nama Inggit Garnasih sendiri mengemuka setelah Ramadhan KH menulis kisahnya lewat buku berjudul Kuantar ke Gerbang. Inggit Garnasih merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalanan Ir. Soekarno sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia.
Inggit Garnasih adalah istri yang setia menemani Soekarno dalam berbagai masa perjuangan. Ia sosok perempuan yang tak lelah bekerja demi memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
Ia meracik jamu, membuat bedak dingin, hingga menjual peralatan pertanian. Segala dilakukannya agar Bung Karno tetap setia dan teguh pada cita-citanya memerdekakan bangsa. Namun ketika Bung Karno akhirnya akan sampai di gerbang Istana, Inggit malah mengemas barang-barang dan kenangan dalam koper tuanya, lalu kembali ke Bandung.
Inggit memilih mempertahankan martabatnya sebagai perempuan dan menolak dimadu ketika Soekarno menyatakan ingin menikah lagi. Meski dijanjikan menjadi istri utama, Inggit memilih mengatakan "tidak" kepada bapak pendiri bangsa tersebut.
Nama Inggit Garnasih sendiri mengemuka setelah Ramadhan KH menulis kisahnya lewat buku berjudul Kuantar ke Gerbang. Inggit Garnasih merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalanan Ir. Soekarno sebagai Presiden Pertama Republik Indonesia.
Inggit Garnasih adalah istri yang setia menemani Soekarno dalam berbagai masa perjuangan. Ia sosok perempuan yang tak lelah bekerja demi memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
Ia meracik jamu, membuat bedak dingin, hingga menjual peralatan pertanian. Segala dilakukannya agar Bung Karno tetap setia dan teguh pada cita-citanya memerdekakan bangsa. Namun ketika Bung Karno akhirnya akan sampai di gerbang Istana, Inggit malah mengemas barang-barang dan kenangan dalam koper tuanya, lalu kembali ke Bandung.
Inggit memilih mempertahankan martabatnya sebagai perempuan dan menolak dimadu ketika Soekarno menyatakan ingin menikah lagi. Meski dijanjikan menjadi istri utama, Inggit memilih mengatakan "tidak" kepada bapak pendiri bangsa tersebut.
(tsa)
Lihat Juga :