Hadiri FSI 2022, Wamenparekraf Angela Ingatkan Pentingnya Digitalisasi Industri Kuliner
Kamis, 23 Juni 2022 - 07:33 WIB
Baca Juga: Wamenparekraf Angela: Indonesia Buktikan Ketangguhan Ekonomi Kreatif
Di samping itu, lanjut Wamenparekraf Angela, bila melihat potensinya, sektor kuliner juga dapat menjadi sebuah langkah untuk melestarikan budaya dan bahkan diplomasi atau yang biasa disebut gastronomi yang akan membantu sektor pariwisata Indonesia.
“Oleh karena itu, Kemenparekraf memiliki berbagai program untuk mendukung industri kuliner di Tanah Air, untuk meningkatkan resiliensi pelaku kuliner selama pandemi dengan digitalisasi dan untuk meningkatkan daya saing, baik secara nasional maupun global salah satunya melalui program Spice Up the World dan tentunya FSI,” katanya.
Untuk diketahui, FoodStartUp Indonesia sendiri merupakan agenda tahunan Kemenparekraf RI yang telah berlangsung sejak tahun 2016 yang berupaya mempertemukan pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner dengan akses permodalan/pembiayaan, sehingga diharapkan terjadi peningkatan percepatan pertumbuhan ekonomi kreatif kuliner dan terbukanya lapangan kerja di Indonesia.
FSI 2022 pun telah memberikan kontribusi bagi subsektor kuliner. Tercatat sekitar 25 ribu pelaku ekonomi kreatif kuliner terlibat, 3.200-an proposal pitching untuk membangun usaha, dan Rp65 miliar dana investasi bergulir.
Di samping itu, lanjut Wamenparekraf Angela, bila melihat potensinya, sektor kuliner juga dapat menjadi sebuah langkah untuk melestarikan budaya dan bahkan diplomasi atau yang biasa disebut gastronomi yang akan membantu sektor pariwisata Indonesia.
“Oleh karena itu, Kemenparekraf memiliki berbagai program untuk mendukung industri kuliner di Tanah Air, untuk meningkatkan resiliensi pelaku kuliner selama pandemi dengan digitalisasi dan untuk meningkatkan daya saing, baik secara nasional maupun global salah satunya melalui program Spice Up the World dan tentunya FSI,” katanya.
Untuk diketahui, FoodStartUp Indonesia sendiri merupakan agenda tahunan Kemenparekraf RI yang telah berlangsung sejak tahun 2016 yang berupaya mempertemukan pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner dengan akses permodalan/pembiayaan, sehingga diharapkan terjadi peningkatan percepatan pertumbuhan ekonomi kreatif kuliner dan terbukanya lapangan kerja di Indonesia.
FSI 2022 pun telah memberikan kontribusi bagi subsektor kuliner. Tercatat sekitar 25 ribu pelaku ekonomi kreatif kuliner terlibat, 3.200-an proposal pitching untuk membangun usaha, dan Rp65 miliar dana investasi bergulir.
Lihat Juga :