Mengenal Empty Sella Syndrome, Penyakit yang Menyerang Otak Ruben Onsu

Rabu, 27 Juli 2022 - 16:22 WIB
Dilansir dari Mount Sinai, empty sella syndrome (ESS) merupakan suatu kondisi di mana kelenjar pituitari menyusut atau menjadi rata. Kondisi ini dapat terjadi jika seseorang memiliki sella tursika yang membesar.

Kelenjar pituitari merupakan kelenjar kecil yang terletak tepat di bawah otak. Ini melekat pada bagian bawah otak oleh tangkai hipofisis. Pituitari duduk terlindung di dalam kompartemen tulang seperti pelana di dasar tengkorak. Kompartemen ini disebut sella.

Ketika kelenjar pituitari menyusut atau menjadi rata, itu tidak dapat dilihat pada pemindaian MRI. Hal ini membuat area kelenjar pituitari tampak seperti sella kosong. Tapi sella sebenarnya tidak kosong. Itu sering diisi dengan cairan serebrospinal (CSF).

Baca Juga: Kondisi Kesehatan Menurun, Ruben Onsu Khawatir Tak Bisa Saksikan Anak Tumbuh Dewasa



CSF adalah cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Dengan sindrom sella kosong, CSF telah bocor ke dalam sella tursika, memberi tekanan pada hipofisis. Hal ini menyebabkan kelenjar menyusut atau rata.

Sindrom sella kosong primer terjadi ketika salah satu lapisan (arachnoid) yang menutupi bagian luar otak menonjol ke dalam sella dan menekan hipofisis. Sindrom sella kosong sekunder terjadi ketika sella kosong karena kelenjar pituitari telah rusak oleh tumor, terapi radiasi, operasi dan trauma.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!