Tekan Prevalensi Merokok, Potensi Produk Alternatif Perlu Dikaji Pemerintah
Selasa, 09 Agustus 2022 - 16:57 WIB
"Strategi pengendalian tembakau yang dijalankan pemerintah selama ini belum menunjukkan hasil yang maksimal dalam menurunkan angka perokok maupun mendorong perokok bisa berhenti di Indonesia, jadi pemerintah perlu terbuka dengan segala opsi yang tersedia," ujar Kurniawan dalam keterangan persnya, Selasa (9/8/2022).
"Produk tembakau alternatif adalah salah satu opsi yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mengatasi masalah merokok dengan menyediakan akses kepada perokok dewasa untuk beralih," lanjut dia.
Lebih lanjut, Kurniawan mengutarakan, menambahkan produk tembakau alternatif menerapkan konsep pengurangan risiko (harm reduction). Hal itu terlihat dari sejumlah hasil riset, salah satunya dari studi dilakukan Public Health England, yang menunjukkan bahwa produk ini mampu mengurangi risiko kesehatan hingga 90-95 persen daripada rokok.
Dengan demikian, perokok dewasa yang sulit berhenti tetap bisa mendapatkan asupan nikotin melalui cara yang lebih rendah risiko dibandingkan dengan terus merokok.
"Pemerintah tidak perlu ragu lagi untuk mengkaji dan memanfaatkan potensi produk tembakau alternatif. Untuk saat ini, yang perlu dilakukan pemerintah adalah melakukan kajian lokal," ungkap Kurniawan.
Sementara itu, para pembicara dalam Global Forum on Nicotine (GFN) dengan tema Safer Nicotine Product yang digelar baru-baru ini, juga menyampaikan hal senada.
"Produk tembakau alternatif adalah salah satu opsi yang dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mengatasi masalah merokok dengan menyediakan akses kepada perokok dewasa untuk beralih," lanjut dia.
Lebih lanjut, Kurniawan mengutarakan, menambahkan produk tembakau alternatif menerapkan konsep pengurangan risiko (harm reduction). Hal itu terlihat dari sejumlah hasil riset, salah satunya dari studi dilakukan Public Health England, yang menunjukkan bahwa produk ini mampu mengurangi risiko kesehatan hingga 90-95 persen daripada rokok.
Dengan demikian, perokok dewasa yang sulit berhenti tetap bisa mendapatkan asupan nikotin melalui cara yang lebih rendah risiko dibandingkan dengan terus merokok.
"Pemerintah tidak perlu ragu lagi untuk mengkaji dan memanfaatkan potensi produk tembakau alternatif. Untuk saat ini, yang perlu dilakukan pemerintah adalah melakukan kajian lokal," ungkap Kurniawan.
Sementara itu, para pembicara dalam Global Forum on Nicotine (GFN) dengan tema Safer Nicotine Product yang digelar baru-baru ini, juga menyampaikan hal senada.
Lihat Juga :