Subvarian Omicron Terbaru Ditemukan dengan Sebutan Centaurus, Ini Penjelasannya
Kamis, 11 Agustus 2022 - 09:17 WIB
Baca Juga: Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Subvarian Baru Omicron
Atas penemuan itu, sejauh ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikannya sebagai varian yang menarik. Ini mengisyaratkan bahwa tidak seserius varian Delta atau Omicron yang berada di bawah varian kategori perhatian WHO.
Bisa juga berarti sedang memantaunya, tetapi belum ada bukti. Lantas seberapa banyak jumlah kasusnya?
Jumlah kasus Covid karena BA.2,75 relatif rendah di seluruh dunia. Subvarian BA.4 dan BA.5 saat ini merupakan strain virus yang dominan. Sementara kasus pertama BA.2,75 pertama kali terdeteksi di India pada Mei.
Terkait dengan BA.2.75, beberapa penelitian juga mendukung pernyataan Dr Suresh Kumar tentang tanggal transmisi BA. 2.75. Sesuai penelitian berjudul "Karakteristik virologis dari SARS-CoV-2 Omicron BA.2.75" yang diterbitkan di server pracetak bioRxiv.
Atas penemuan itu, sejauh ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikannya sebagai varian yang menarik. Ini mengisyaratkan bahwa tidak seserius varian Delta atau Omicron yang berada di bawah varian kategori perhatian WHO.
Bisa juga berarti sedang memantaunya, tetapi belum ada bukti. Lantas seberapa banyak jumlah kasusnya?
Jumlah kasus Covid karena BA.2,75 relatif rendah di seluruh dunia. Subvarian BA.4 dan BA.5 saat ini merupakan strain virus yang dominan. Sementara kasus pertama BA.2,75 pertama kali terdeteksi di India pada Mei.
Terkait dengan BA.2.75, beberapa penelitian juga mendukung pernyataan Dr Suresh Kumar tentang tanggal transmisi BA. 2.75. Sesuai penelitian berjudul "Karakteristik virologis dari SARS-CoV-2 Omicron BA.2.75" yang diterbitkan di server pracetak bioRxiv.
Lihat Juga :