SoKlin Antisep-UNICEF Kolaborasi Gaungkan Kampanye Indonesia Sehat Berseri
Kamis, 20 Oktober 2022 - 13:55 WIB
“Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan dan UNICEF Indonesia, kami memilih 11 provinsi tersebut karena melihat angka cakupan imunisasi di daerah itu belum maksimal. Dengan adanya kampanye SoKlin Antisep Indonesia Sehat Berseri ini, kami ingin anak-anak Indonesia, generasi penerus bangsa, bisa mendapatkan perlindungan secara menyeluruh, baik dari dalam melalui dukungan percepatan imunisasi rutin maupun dari luar melalui edukasi pentingnya PHBS dan pengelolaan sanitasi aman,” terang Joanna di Jakarta, Rabu (19/10/2022).
Menurut data Kementerian Kesehatan, hampir 70 persen sumber air minum rumah tangga di Indonesia terindikasikan tercemar oleh tinja sehingga meningkatkan risiko timbulnya berbagai macam penyakit.
"Penyakit dapat menular melalui berbagai cara. Penularan penyakit dapat bermula dari toilet yang kotor, air tanah yang terkontaminasi tinja karena toilet tidak terhubung dengan tangki septik sesuai standar, tangan yang tidak dicuci menggunakan sabun di bawah air mengalir, serta makanan yang tidak ditutup dengan baik sehingga mudah dihinggapi lalat atau serangga lain. Praktik higienitas maupun penanganan sanitasi yang baik menjadi kunci pencegahan penyakit,” papar Maraita Listyasari, WASH Specialist UNICEF Indonesia.
Di saat bersamaan, angka cakupan imunisasi rutin untuk anak-anak di Indonesia menurun selama pandemi Covid-19. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, ada lebih dari 1,7 juta anak Indonesia yang belum atau belum lengkap mendapatkan imunisasi rutin selama periode 2019-2021.
Selain itu, survei Kementerian Kesehatan dan UNICEF yang dilakukan pada 2020 juga menemukan bahwa setengah dari orang tua yang disurvei enggan membawa anak ke fasilitas kesehatan karena takut tertular COVID-19 atau khawatir tidak ada protokol kesehatan yang tepat.
Menurut data Kementerian Kesehatan, hampir 70 persen sumber air minum rumah tangga di Indonesia terindikasikan tercemar oleh tinja sehingga meningkatkan risiko timbulnya berbagai macam penyakit.
"Penyakit dapat menular melalui berbagai cara. Penularan penyakit dapat bermula dari toilet yang kotor, air tanah yang terkontaminasi tinja karena toilet tidak terhubung dengan tangki septik sesuai standar, tangan yang tidak dicuci menggunakan sabun di bawah air mengalir, serta makanan yang tidak ditutup dengan baik sehingga mudah dihinggapi lalat atau serangga lain. Praktik higienitas maupun penanganan sanitasi yang baik menjadi kunci pencegahan penyakit,” papar Maraita Listyasari, WASH Specialist UNICEF Indonesia.
Di saat bersamaan, angka cakupan imunisasi rutin untuk anak-anak di Indonesia menurun selama pandemi Covid-19. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, ada lebih dari 1,7 juta anak Indonesia yang belum atau belum lengkap mendapatkan imunisasi rutin selama periode 2019-2021.
Selain itu, survei Kementerian Kesehatan dan UNICEF yang dilakukan pada 2020 juga menemukan bahwa setengah dari orang tua yang disurvei enggan membawa anak ke fasilitas kesehatan karena takut tertular COVID-19 atau khawatir tidak ada protokol kesehatan yang tepat.
Lihat Juga :