alexametrics

Preman Pensiun Dedikasikan Piala FFB 2015 untuk Mendiang Didi Petet

loading...
Preman Pensiun Dedikasikan Piala FFB 2015 untuk Mendiang Didi Petet
Mendiang Dedi Petet (empat dari kanan) saat syuting sinteron Preman Pensiun. Aktor senior ini mampu memberi inspirasi bagi pemain muda. Tak heran jika tim Preman Pensiun mendedikasikan penghargaan FFB 2015 untuknya.
A+ A-
MENDIANG Didi Petet mampu memberi inspirasi bagi kesuksesan sinetron Preman Pensiunyang tayang di RCTI.

Sinetron terakhir yang dibintanginya ini meraih sejumlah penghargaan prestisius pada gelaran Festival Film Bandungyang dihelat di Monumen Perjuangan Rakyat, akhir pekan lalu. Sinetron Preman Pensiunmeraih penghargaan untuk kategori serial televisi terpuji di Festival Film Bandung (FFB) 2015ke-28. Penghargaan itu didedikasikan kepada almarhum Didi Petet. Perannya begitu sentral dan mampu menghidupkan sinetron tersebut. Totalitas dan jam terbang sebagai aktor senior dihadirkan dalam sinetron ini.

Dalam sinetron karya MNC Pictures ini, Didi berperan sebagai bos, mantan preman yang insaf. “Alhamdulillah, sebuah pekerjaan yang tidak mudah untuk menggarap Preman Pensiun. Namun pada akhirnya buah dari menjalani proses yang tidak mudah membuat sinetron ini mendapatkan apresiasi sebagai serial televisi terpuji. Buat kami, peran seorang Didi Petet tidak hanya sebagai pemain senior yang berkualitas, beliau juga seorang seniman yang memberikan banyak ilmu untuk pemain-pemain baru di Preman Pensiun,” kata Produser Sinetron Preman Pensiun Didi Ardiansyah melalui siaran pers yang diterima KORAN SINDO, kemarin.



“Almarhum Didi Petet ikut main di Preman Pensiunsampai akhir hayatnya. Preman Pensiunjuga menjadi serial terakhir buatnya. Kami bangga sama beliau,” tambahnya. Pada kesempatan itu, Preman Pensiunmampu menyisihkan serial lain yang masuk nominasi, yakni sinetron Rindu Satpam Kita, Di Bawah Lindungan Abah, 3 Semprul Mengejar Surga, dan Cinta Di Langit Taj Mahal. Selain meraih penghargaan sebagai serial televisi terpuji FFB 2015, Mat Drajat yang menjadi Kang Komar di sinetron Preman Pemsiunmeraih penghargaan Pemeran Pria Terpuji.

Dia menyisihkan aktor kenamaan, sebut saja Reza Rahadian (Di Bawah Lindungan Abah), Samuel Zylgwyn (7 Manusia Harimau), Evan Sanders (Cinta di Langit Taj Mahal), dan Andhika Pratama (3 Semprul Mengejar Surga 3). “Bangga, senang, dan enggak menyangka sama sekali ya, kok bisa Kang Komar menang di Festival Film Bandung. Padahal, nominasi dalam kategori ini bagus-bagus,” kata aktor berambut kriwil ini. Dia bersyukur atas penghargaan yang diterimanya itu.

Totalitas dan dedikasi dalam dunia seni peran yang ditekuni selama 13 tahun akhirnya berbuah manis. Piala itu juga membuatnya bersemangat lagi untuk menekuni karakter orang lain. Trofi kemenangan itu juga didedikasikan kepada almarhum Didi Petet yang banyak memberikan masukan positif menjadi seorang aktor berbakat. Mat Drajat masih mengingat pesan terakhir almarhum Didi Petet kepadanya saat itu bahwa dirinya harus selalu mengeluarkan kemampuan terbaik dari hatinya.

“Yang penting kita mengeluarkan kemampuan akting itu dari hati. Itu pesannya yang selalu saya ingat. Terima kasih kepada Kang Bahar (almarhum Didi Petet) dan insya Allah tanggal 1 sudah mulai syuting Preman Pensiunseason berikutnya,” katanya.

Bukan hanya tim dan pemain Preman Pensiunyang mendedikasikan penghargaan untuk mendiang Didi Petet. Panitia Festival Film Bandung 2015juga menganugerahkan Lifetime Achievement Award.FFBjuga memberi penghargaan yang sama untuk Widyawati.

Thomasmanggalla
(ars)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak