Benarkah Bayi Lahir Caesar Lebih Mudah Sakit? Ini Jawabannya!
Rabu, 05 April 2023 - 18:46 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dr Ariani, berikan ASI eksklusif karena ASI mengandung banyak sekali mikroba baik yang pada akhirnya bisa menyeimbangkan mikroba di dalam tubuh.
"Yang tadinya mikroba jahat mendominasi, dengan masuknya ASI, itu bisa jadi upaya menyeimbangan mikroba di saluran cerna," kata dr Ariani.
Baca Juga: Makan Apa Biar Jahitan Luka Caesar Cepat Kering? Simak Daftarnya!
Selain itu, bila anak sudah bisa makan, jumlah nutrisi harus dipastikan cukup, sehingga anak lahir caesar tak gampang sakit.
"Kalau nutrisi cukup imunitas bagus. Kalau kurang, otomatis bahan untuk imunitas kurang dan ini bikin anak gampang sakit," jelasnya.
Kemudian, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas nutrisinya harus bagus. Artinya, apa yang dimakan si anak cukup protein, karbohidrat, dan lemak. Selain itu, vitamin serta mineral juga diperlukan seperti zat besi dan seng.
"Yang tak kalah penting adalah, pastikan saluran cerna anak sehat, sehingga penyerapan nutrisi dari apa yang dia makan berjalan baik. Ini bisa terjadi kalau mikroba baiknya banyak dan bisa mengalahkan mikroba jahat," pungkas dr Ariani.
"Yang tadinya mikroba jahat mendominasi, dengan masuknya ASI, itu bisa jadi upaya menyeimbangan mikroba di saluran cerna," kata dr Ariani.
Baca Juga: Makan Apa Biar Jahitan Luka Caesar Cepat Kering? Simak Daftarnya!
Selain itu, bila anak sudah bisa makan, jumlah nutrisi harus dipastikan cukup, sehingga anak lahir caesar tak gampang sakit.
"Kalau nutrisi cukup imunitas bagus. Kalau kurang, otomatis bahan untuk imunitas kurang dan ini bikin anak gampang sakit," jelasnya.
Kemudian, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas nutrisinya harus bagus. Artinya, apa yang dimakan si anak cukup protein, karbohidrat, dan lemak. Selain itu, vitamin serta mineral juga diperlukan seperti zat besi dan seng.
"Yang tak kalah penting adalah, pastikan saluran cerna anak sehat, sehingga penyerapan nutrisi dari apa yang dia makan berjalan baik. Ini bisa terjadi kalau mikroba baiknya banyak dan bisa mengalahkan mikroba jahat," pungkas dr Ariani.
(tsa)
Lihat Juga :