Foom Berupaya Bantu Perokok Beralih ke Cara yang Lebih Aman

Kamis, 23 Juli 2020 - 22:22 WIB
loading...
Foom Berupaya Bantu...
WHO melaporkan, 225.720 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang berkaitan dengan konsumsi rokok. / Foto: ist
A A A
JAKARTA - Penggunaan rokok elektrik atau vaping semakin menjadi tren di tengah masyarakat . Hal tersebut terlihat dari adanya peningkatan transaksi yang terus-menerus dalam industri ini . Salah satu yang menjadi faktor meningkatnya penggunaan rokok elektrik adalah karena banyaknya yang beralih dari merokok secara konvensional ke mengonsumsi nikotin yang lebih aman .

(Baca juga: Studi: Non-perokok Berisiko Lebih Tinggi Terkena Kanker Paru-Paru )

Berdasarkan penelitian Public Health England, tingkat bahaya rokok elektrik 95% lebih aman dibandingkan rokok konvensional , dan kini telah menjadi gaya hidup baru bagi sebagian orang di Indonesia. Hingga saat ini, merujuk pada data Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), pengguna vape di Indonesia diperkirakan telah mencapai 2,2 juta pengguna dan 5.000 penjual vape di seluruh Indonesia.

Demi membantu perokok untuk mulai beralih ke cara mengonsumsi nikotin yang lebih aman, di bawah PT Foom Lab Global, Indonesia Foom meluncurkan rokok elektrik sistem terbuka (open system). Diperkirakan bahwa vapers di Indonesia membelanjakan lebih banyak untuk rokok jenis ini . Foom sebagai rokok elektrik memberikan pengalaman vaping terbaik di kelasnya dengan menyajikan pilihan beragam liquid rasa unik dan disesuaikan dengan cita rasa masyarakat.

Foom, yang berdiri sejak November 2019, mendistribusikan produknya melalui berbagai distributor resmi, dan retailers. Pembelian secara online juga dapat dilakukan dengan mudah melalui situs web Foom.id atau melalui beragam online e-commerce . Foom memastikan aksesibilitas kenyamanan bagi pelanggan yang ingin mendapatkan produk kapan saja, di mana saja,daring dan luring.

Foom percaya akan menjadi pemain lokal yang terpercaya dan terkemuka untuk industri rokok elektrik serupa dengan Kopi Kenangan untuk industri kopi di Indonesia. Co-Founder Foom Lab Global, Feranti Susilowati mengatakan, misi utama Foom adalah membantu perokok dewasa beralih dari rokok konvensional ke cara yang lebih aman dan juga lebih bertanggung jawab dalam mengonsumsi nikotin.

"Foom percaya dalam menciptakan kembali cara merokok serta meningkatkan kehidupan perokok dewasa. Foom bertujuan untuk membantu perokok untuk melupakan merokok dengan cara lama . Foom memberikan kebebasan yang lebih untuk kehidupan para perokok," kata Feranti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/7).

(Baca juga: Kanker Paru Masih Jadi Masalah Utama Kesehatan di Dunia )

Berdasarkan tren saat ini, permintaan dan pasar untuk rokok elektrik masih sangat tinggi. Pada 2018, pasar rokok elektrik di Indonesia mencapai USD410,6 juta. Sementara, pendapatan negara dari cukai Hasil Tembakau Lainnya (HPTL) pada 2019 telah mencapai Rp427,1 miliar.

Sementara itu, pada 2018, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, 225.720 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit yang berkaitan dengan konsumsi rokok . Mengingat bahwa 67 juta orang atau sekitar 39 persen di Indonesia adalah perokok dewasa, jumlah ini menjadikan Foom memiliki potensi besar dengan hadir di Indonesia sebagai rumah dari jumlah perokok dewasa terbesar di antara negara Asia Tenggara lainnya.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspada! 15 Juta Remaja...
Waspada! 15 Juta Remaja Menggunakan Vape, Ini Cara Hindari Kecanduan Nikotin  
KPAI Dorong Pengendalian...
KPAI Dorong Pengendalian Rokok dan Vape di Kalangan Remaja
Perbedaan Vape dan Pod,...
Perbedaan Vape dan Pod, Populer di Kalangan Anak Muda di Dunia
Bahaya Nge-Vape untuk...
Bahaya Nge-Vape untuk Kesehatan, Jadi Sorotan usai Chandrika Chika Tertangkap Narkoba
Kenali Bahaya Pods Cairan...
Kenali Bahaya Pods Cairan Ganja, Jadi Barang Bukti Penangkapan Chandrika Chika
Bahaya Rokok Elektrik...
Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan, Efek Candu hingga Kerusakan Paru Permanen
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Konser Slank Bersama...
Konser Slank Bersama HS di Palembang Momen Romantisme Owner Haji Suryo
Cukai Hasil Tembakau...
Cukai Hasil Tembakau Tidak Naik Tahun Depan Disambut Pelaku Usaha IHT
Rekomendasi
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Berita Terkini
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Desainer Indonesia Ditantang...
Desainer Indonesia Ditantang Jadi Agen Perubahan, Tak Lagi Sekadar Estetika
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved