Kanker Paru Masih Jadi Masalah Utama Kesehatan di Dunia
Jum'at, 29 Mei 2020 - 05:15 WIB
loading...
Kanker paru-paru secara luas dibagi menjadi dua jenis yaitu kanker paru bukan sel kecil (KPBSK) dan kankerparu sel kecil (KPSK). / Foto: ilustrasi/Yale News
A
A
A
JAKARTA - Di dunia, kanker paru merupakan kanker yang paling umum dan membunuh 1,7 juta orang setiap tahunnya. Kanker paru juga adalah penyebab utama kematian akibat kanker pada pria dan wanita. Terhitung sekitar seperlima dari semua kematian akibat kanker, dan jumlah kematiannya lebih dari akibat kanker payudara, prostat dan kolorektal jika digabungkan.
Kanker paru-paru secara luas dibagi menjadi dua jenis yaitu kanker paru bukan sel kecil (KPBSK) dan kankerparu sel kecil (KPSK). KPBSK berasal dari sel yang lebih besar di dalam paru-paru, seperti sel epitel yang melapisi saluran napas paru-paru atau sel penghasil lendir. Sedangkan KPSK lebih tidak umum dan berasal dari sel kecil yang melepaskan hormon, jenis kanker paru ini biasanya tumbuh lebih cepat dan menyebar lebih cepat ke bagian tubuh lain.
Di Indonesia, kanker paru menjadi penyebab utama kematian dengan angka 26.000 kasus pada 2018. Dan menjadi kanker ketiga yang paling umum didiagnosis dengan lebih dari 30.000 kasus diidentifikasi pada tahun yang sama.
Dokter Spesialis Pulmonologi, dr Sita Andarini SpP(k), PhD mengatakan, kanker paru di Indonesia adalah kanker yang paling tinggi jumlahnya pada laki-laki, sementara pada perempuan menjadi penyebab kanker nomor lima. Dia menuturkan bahwa penyebab utama kanker paru adalah rokok, lebih dari 88% pasien kanker paru adalah perokok aktif dan sisanya adalah perokok pasif.
"Yang unik, kanker paru juga ada stadiumnya yaitu 1 sampai 4. 1 itu masih kecil bisa dioperasi, 1-3a juga bisa dioperasi. Namun, ada beberapa satadium 3a yang tidak bisa dioperasi, dan rata-rata pasien datang sudah dalam stadium lanjut karena terlambat. Biasanya kanker paru tidak ada gejala," ujar dr Sita, baru-baru ini.
Kanker paru-paru secara luas dibagi menjadi dua jenis yaitu kanker paru bukan sel kecil (KPBSK) dan kankerparu sel kecil (KPSK). KPBSK berasal dari sel yang lebih besar di dalam paru-paru, seperti sel epitel yang melapisi saluran napas paru-paru atau sel penghasil lendir. Sedangkan KPSK lebih tidak umum dan berasal dari sel kecil yang melepaskan hormon, jenis kanker paru ini biasanya tumbuh lebih cepat dan menyebar lebih cepat ke bagian tubuh lain.
Di Indonesia, kanker paru menjadi penyebab utama kematian dengan angka 26.000 kasus pada 2018. Dan menjadi kanker ketiga yang paling umum didiagnosis dengan lebih dari 30.000 kasus diidentifikasi pada tahun yang sama.
Dokter Spesialis Pulmonologi, dr Sita Andarini SpP(k), PhD mengatakan, kanker paru di Indonesia adalah kanker yang paling tinggi jumlahnya pada laki-laki, sementara pada perempuan menjadi penyebab kanker nomor lima. Dia menuturkan bahwa penyebab utama kanker paru adalah rokok, lebih dari 88% pasien kanker paru adalah perokok aktif dan sisanya adalah perokok pasif.
"Yang unik, kanker paru juga ada stadiumnya yaitu 1 sampai 4. 1 itu masih kecil bisa dioperasi, 1-3a juga bisa dioperasi. Namun, ada beberapa satadium 3a yang tidak bisa dioperasi, dan rata-rata pasien datang sudah dalam stadium lanjut karena terlambat. Biasanya kanker paru tidak ada gejala," ujar dr Sita, baru-baru ini.
Lihat Juga :