Dukung Tercapainya 4 Sehat 5 Bahagia bagi Orang Lanjut Usia, Gerakan Senam Sehat Lansia Diluncurkan
Selasa, 30 Mei 2023 - 12:12 WIB
loading...
Artis Minati Atmanegara bersama komunitas lansia mengikuti Gerakan Senam Sehat Lansia yang diluncurkan Nestle Health Science Boost Optimum bersama Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia di Jakarta, Senin (29/5/2023). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Hari Lanjut Usia Nasional diperingati setiap tanggal 29 Mei. Bertepatan dengan momen tersebut, Nestle Health Science (NHS) Boost Optimum bersama Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) kemarin meluncurkan Gerakan Senam Sehat (GSS) Lansia di Jakarta sebagai tindak lanjut dari program 4 Sehat, 5 Bahagia bagi lansia yang telah diinisiasi tahun lalu.
Melalui peluncuran GSS Lansia, NHS Boost Optimum berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan gaya hidup aktif bagi para lansia di Indonesia kian meningkat, di samping memperhatikan nutrisi untuk mereka agar tidak kekurangan gizi.
Hasil survei nasional mengenai Status Gizi dan Asupan Makanan Lansia di Indonesia pada 2021 menunjukkan, prevalensi kurang gizi pada lansia cukup tinggi. Yakni 11,7 % untuk usia 60-64 tahun dan 20,7% untuk usia di atas 65 tahun.
Asupan makanan mereka tidak sesuai dengan kebutuhan, baik dari segi energi, protein, maupun zat gizi mikro. Bagi lansia, hal itu dapat memicu risiko penurunan massa serta kekuatan dan fungsi otot yang dikenal dengan nama sarkopenia.
Ketua Umum PB PERGEMI Dr. dr. Nina Kemala Sari, Sp.PD-KGer, MPH menyampaikan, pengelolaan kesehatan lansia tidak hanya berfokus pada penyakit, tapi juga pada optimalisasi kapasitas intrinsik dan kemampuan fungsional seseorang.
"Ada enam kapasitas intrinsik prioritas yang perlu dideteksi mulai dari tingkat komunitas yaitu kapasitas kognitif, kapasitas mobilitas, status gizi, fungsi penglihatan dan pendengaran, serta kapasitas mental. Keenam kapasitas intrinsik prioritas ini saling terkait satu sama lain,” katanya di Jakarta, Senin (29/5/2023).
Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh Smith et al.(2020) membuktikan bahwa suplementasi gizi ditambah dengan latihan fisik dapat meningkatkan fungsi, status gizi, dan kualitas hidup para lansia.
Melalui peluncuran GSS Lansia, NHS Boost Optimum berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya penerapan gaya hidup aktif bagi para lansia di Indonesia kian meningkat, di samping memperhatikan nutrisi untuk mereka agar tidak kekurangan gizi.
Hasil survei nasional mengenai Status Gizi dan Asupan Makanan Lansia di Indonesia pada 2021 menunjukkan, prevalensi kurang gizi pada lansia cukup tinggi. Yakni 11,7 % untuk usia 60-64 tahun dan 20,7% untuk usia di atas 65 tahun.
Asupan makanan mereka tidak sesuai dengan kebutuhan, baik dari segi energi, protein, maupun zat gizi mikro. Bagi lansia, hal itu dapat memicu risiko penurunan massa serta kekuatan dan fungsi otot yang dikenal dengan nama sarkopenia.
Ketua Umum PB PERGEMI Dr. dr. Nina Kemala Sari, Sp.PD-KGer, MPH menyampaikan, pengelolaan kesehatan lansia tidak hanya berfokus pada penyakit, tapi juga pada optimalisasi kapasitas intrinsik dan kemampuan fungsional seseorang.
"Ada enam kapasitas intrinsik prioritas yang perlu dideteksi mulai dari tingkat komunitas yaitu kapasitas kognitif, kapasitas mobilitas, status gizi, fungsi penglihatan dan pendengaran, serta kapasitas mental. Keenam kapasitas intrinsik prioritas ini saling terkait satu sama lain,” katanya di Jakarta, Senin (29/5/2023).
Sementara itu, penelitian yang dilakukan oleh Smith et al.(2020) membuktikan bahwa suplementasi gizi ditambah dengan latihan fisik dapat meningkatkan fungsi, status gizi, dan kualitas hidup para lansia.
Lihat Juga :