Indonesia Kita Gelar Lakon Legendaris Teater Koma Penghormatan Bagi Nano Riantiarno

Kamis, 15 Juni 2023 - 15:19 WIB
loading...
Indonesia Kita Gelar...
ndonesia Kita Gelar Lakon Legendaris Teater Koma Penghormatan Bagi Nano Riantiarno.
A A A
JAKARTA - Dunia panggung teater Indonesia mengalami kehilangan besar pada 20 Januari 2023, saat sutradara ternama kita, Nano Riantiarno meninggal dunia. Pendiri Teater Koma ini meninggalkan banyak karya teater yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah teater di Indonesia.

Untuk itulah sangat pantas rasanya, di pementasan ke-39 kali ini, Indonesia Kita dan Bakti Budaya Djarum Foundation mengangkat salah satu karya Teater Koma yang ditulis oleh Nano Riantiarno. Karya yang terpilih dari Teater Koma ini adalah “Opera Kecoa” yang kemudian dikembangkan oleh Penulis dan Direktur Artistik Indonesia Kita, Agus Noor, menjadi pementasan bertajuk “Julini Tak Pernah Mati”.

Pementasan ke-39 Indonesia Kita “Julini Tak Pernah Mati” yang diproduksi oleh Kayan Production ini akan dilangsungkan di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki pada 16-17 Juni 2023.

Para pemain yang akan tampil adalah Butet Kartaredjasa, Rangga Riantiarno, Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Sri Krishna Encik, Sruti Respati, Jajang C. Noer, Netta Kusumah Dewi, Mucle, Wisben, Joned, Joind Bayu Winanda, dan aktor-aktor Teater Koma. Musik akan digawangi oleh Arie Pekar dari Jakarta Street Music, dan dimeriahkan para penari dari Dansity yang dikoreografi oleh Josh Marcy.

Lakon "Julini Tak Pernah Mati" atau "Misteri Julini" merupakan lakon yang dikembangkan atau dielaborasi dari lakon "Opera Kecoa" karya N. Riantiarno. Dalam lakon "Opera Kecoa", Julini, tokoh utama, meninggal dunia.

Namun di pementasan “Julini Tak Pernah Mati”, Julini ditemukan dalam keadaan masih utuh saat kuburannya digali. Keberadaannya pun menggemparkan sekaligus memunculkan polemik.

Ada yang menganggapnya sebagai orang sakti, dan ada juga yang menilainya sosok yang berbahaya dan mengancam. Hal ini dikarenakan kemunculan langsung memikat banyak pengikut dan dipuja,sehingga banyak yang mencoba memanfaatkan keajaiban Julini.

Di lain pihak, Julini hanya memiliki keinginan sederhana, yaitu bertemu kawan kawannya dan kekasihnya. Tapi mereka semua sudah mati. Tinggal anak keturunan mereka.

Julini kemudian terperangkap dalam bermacam kepentingan politik. Ia dipuja tapi juga dihujat. Masa lalunya sebagai waria digugat. Apalagi ketika banyak orang menghubung-hubungkan masa silam Julini dengan perjalanan hidup seorang tokoh politik yang akan maju dalam pemilihan pimpinan kota. Kemunculan Julini membuka banyak kisah yang selama ini ditutupi atau disembunyikan dari sejarah.

“Selain untuk mengenang Mas Nano Riantiarno, kisah Julini yang kami angkat kali ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjalanan seni teater kita, bertumbuh dengan keberadaan Teater Koma. Kelompok ini bisa dikatakan adalah bukti sejarah bahwa seni pertunjukan dalam sosok teater di atas panggung, sempat mengalami masa keemasan dan menjadi salah satu dari tontonan yang menghibur sekaligus mengasah pemikiran-pemikiran kritis masyarakat Indonesia,"ujar Agus Noor.

Penulis dan sutradara pertunjukan itu menambahkan, suatu masa ketika masyarakat menemukan hiburan dan pertemuan intelektual di panggung teater. Sosok Julini yang tak pernah mati, hendaknya bisa membuka jalan bagi kita semua untuk menghidupkan kembali masa-masa tersebut.

Sementara itu, bagi Butet Kartaredjasa, pendiri Indonesia Kita, melihat pementasan yang mengangkat salah satu karya populer Teater Koma ini, menjadi kenangan dan reuni tersendiri bagi dirinya yang sering kali tampil bersama Teater Koma.

“Panggung Indonesia kali ini sungguh membuat saya campur aduk perasaannya. Antara bahagia, sedih, kangen, semua rasa yang mengingatkan saya pada Mas Nano Riantiarno dan juga momen-momen kenangan bersama Teater Koma,"ujar Butet Kartaredjasa.

Ia menambahkan, Sangat pas dan perlu bagi Indonesia Kita untuk menampilkan lakon ini, supaya para penonton Indonesia bisa kembali diingatkan sejarah penting Teater Koma, sebagai kelompok teater yang banyak melahirkan seniman besar di dunia seni peran, sekaligus wadah bagi mereka yang ingin belajar banyak tentang teater dan berakting yang bagus dan tepat.
(bga)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Karya Teater Indonesia...
Karya Teater Indonesia Tembus La Biennale Venezia 2026, Audio Digarap Riccardo Mazzoni
Prodi MICE - PNJ Sukses...
Prodi MICE - PNJ Sukses Gelar Craftopiart Exhibition 2024
EPIC Sale 2024: Tips...
EPIC Sale 2024: Tips dan Trik Dapat Beragam Promo di Traveloka
Kaum Mager Merapat!...
Kaum Mager Merapat! 5 Alat Elektronik Ini Bisa Bantu Bersih-bersih
Seru, MVN Gelar Nobar...
Seru, MVN Gelar Nobar Final Piala Eropa 2024 di Summarecon Mall Bandung
Cari Sate Klathak Terbaik...
Cari Sate Klathak Terbaik di Jakarta? ke Sate Pak Jede Aja!
Drama Epik Mencari Semar...
Drama Epik 'Mencari Semar' Hidup di Panggung Teater Koma
Properti Komersial Jadi...
Properti Komersial Jadi Investasi Menjanjikan? Kunjungi Jateng Omah Expo 2024
Apresiasi dan Perkuat...
Apresiasi dan Perkuat Solidaritas, ShopeeFood Gelar Kumpul Bareng SobatJOS di Sejumlah Kota
Rekomendasi
KPK Buka Peluang Panggil...
KPK Buka Peluang Panggil Menhut terkait Penerimaan Pelepasan HPT Bupati Kuansing
Seluruh Laporan Keuangan...
Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Menekraf Ajak Generasi...
Menekraf Ajak Generasi Muda Berperan Aktif dalam Kebangkitan Ekonomi Kreatif Indonesia
Berita Terkini
Lisa Mariana Diduga...
Lisa Mariana Diduga Tipu Klien Endorsement, Korban Mengaku Rugi Ratusan Juta
Ruben Onsu Bikin Pangling...
Ruben Onsu Bikin Pangling dengan Tampil Brewok Sepulang Umrah
The Journey Of Pursuing...
The Journey Of Pursuing Love, Drama Pendek China V+Short Tentang Balas Dendam
Sarah Gibson Resmi Berpisah...
Sarah Gibson Resmi Berpisah dari Diska Resha, Tetap Sepakat Co-Parenting
Kisah Unik Syifa Hadju,...
Kisah Unik Syifa Hadju, Afgan, Sheila Dara, dan Baskara di Balik Secangkir Kopi
Ditanya Gugatan Hak...
Ditanya Gugatan Hak Asuh Anak Usai Umrah, Ruben Onsu: Biar Pengacara yang Bicara
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved