Penulis Liliek Andriani Debut Akting lewat Sinetron Lara Ati 2 Bersama Bayu Skak
Selasa, 04 Juli 2023 - 16:16 WIB
loading...
Liliek Andriani bersama Bayu Skak terlibat dalam loka-drama Lara Ati 2. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sinetron loka-drama Lara Ati 2 yang dibintangi dan disutradarai Bayu Skak siap menghibur masyarakat bulan depan. Salah satu pemain baru serial ini adalah Liliek Andriani.
Liliek yang merupakan penulis buku sekaligus pengusaha mengaku baru pertama berakting di depan kamera. Tak ayal, ia merasa kesulitan memainkan peran pertamanya.
"Kesulitan jadi aktris yaitu menghafal skrip karena sudah menginjak umur 50 tahun dan berhadapan dengan aktor berpengalaman seperti Bayu Skak, Tatjana Saphira, Keisya Levronka, Audya Ananta, Dono Pradana, dan lain-lain," ungkapnya.
Dalam Lara Ati 2, Liliek Andriani berperan sebagai Bu Sherly, orang tua Kevin, seorang pengusaha hotel yang ingin menjodohkan anaknya dengan Mey (Audya Ananta), anak sahabatnya. Sempat kesusahan, ia lalu membeberkan bagaimana bisa menjalani akting dengan lancar.
"Bisa diatasi dengan membangun chemistry sebelum take syuting, kayak ngobrol bareng, reading bareng, dan lain-lain. Juga alokasi waktu karena syuting itu mengambil lokasi di tempat yang berbeda-beda di Surabaya seperti Pantai Kenjeran, Tunjungan, Taman Bungkul, dan lain-lain. Juga banyak dipakai bahasa Suroboyoan karena mengangkat Kota Surabaya," tutur Liliek.
Liliek yang merupakan penulis buku sekaligus pengusaha mengaku baru pertama berakting di depan kamera. Tak ayal, ia merasa kesulitan memainkan peran pertamanya.
"Kesulitan jadi aktris yaitu menghafal skrip karena sudah menginjak umur 50 tahun dan berhadapan dengan aktor berpengalaman seperti Bayu Skak, Tatjana Saphira, Keisya Levronka, Audya Ananta, Dono Pradana, dan lain-lain," ungkapnya.
Dalam Lara Ati 2, Liliek Andriani berperan sebagai Bu Sherly, orang tua Kevin, seorang pengusaha hotel yang ingin menjodohkan anaknya dengan Mey (Audya Ananta), anak sahabatnya. Sempat kesusahan, ia lalu membeberkan bagaimana bisa menjalani akting dengan lancar.
"Bisa diatasi dengan membangun chemistry sebelum take syuting, kayak ngobrol bareng, reading bareng, dan lain-lain. Juga alokasi waktu karena syuting itu mengambil lokasi di tempat yang berbeda-beda di Surabaya seperti Pantai Kenjeran, Tunjungan, Taman Bungkul, dan lain-lain. Juga banyak dipakai bahasa Suroboyoan karena mengangkat Kota Surabaya," tutur Liliek.
Lihat Juga :