Mengenal Metode Perbaikan Akar Menisksus, Terobosan Terkini dalam Pencegahan Osteoarthritis Lutut
Rabu, 26 Juli 2023 - 05:00 WIB
loading...
Pilihan tatalaksana terbaik untuk atasi perburukan perkapuran sendi lutut yakni dengan melakukan penjahitan kembali meniskus yang robek dan ditanam kembali ke dalam tulang. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Perkapuran atau osteoartritis kerap dianggap sebagai penyakit akibat pertambahan usia. Mitos ini menyebabkan banyak orang pasrah dan mengurangi aktivitas fisik sejalan dengan usia.
Studi-studi terkini justru menyimpulkan kebalikan mitos tersebut. Osteoarthritis dapat dihentikan perburukannya dan aktivitas fisik berefek positif untuk perbaikan itu.
Kasus osteoarthritis di Indonesia saat ini meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan tahun 1990, lebih tinggi dari peningkatan rata-rata dunia yaitu 2 kali lipat. Hal ini memberi beban tinggi bagi pemerintah dan keluarga karena dapat mengakibatkan kesulitan untuk bekerja, mencari nafkah, ataupun beraktivitas sehari-hari
“Osteoarthritis saat ini disepakati lebih menyerupai kondisi gagal organ sebagaimana kondisi gagal jantung, gagal ginjal, dan yang sejenis. Penyebabnya berbagai macam faktor seperti cedera, kegemukan, diabetes, radang kronis, yang karena tidak ditangani berujung ke gagal sendi,” terang Dr. dr. John C. P. Butarbutar, Sp.OT, K saat media gathering di Jakarta, belum lama ini.
Dalam dekade terakhir didapatkan satu faktor penyebab penting yang sering terlewatkan yaitu robek meniskus pada akarnya. Pada sebagian besar pasien yang harus menjalani operasi penggantian sendi lutut ternyata ditemukan robekan meniscus yang tidak tertangani. Robek akar meniskus ini konsekuensinya sama seperti kehilangan meniskus total, padahal struktur ini berfungsi menyangga sendi lutut dan menanggung beban lebih dari 50%.
Cedera akar meniscus mudah terlewatkan karena tidak memiliki gejala khas. Biasanya mengenai usia 40 sampai 50 tahunan, dengan keluhan nyeri lutut yang tidak hilang, terutama saat jongkok.
Dulu, cedera ini hanya ditangani dengan fisioterapi, obat ataupun dengan membuang sebagian dari jaringan meniscus (meniscectomy). Namun pengamatan jangka panjang menunjukkan hasil tidak memuaskan dan tak mencegah perburukan perkapuran sendi lutut.
Studi-studi terkini justru menyimpulkan kebalikan mitos tersebut. Osteoarthritis dapat dihentikan perburukannya dan aktivitas fisik berefek positif untuk perbaikan itu.
Kasus osteoarthritis di Indonesia saat ini meningkat 2,5 kali lipat dibandingkan tahun 1990, lebih tinggi dari peningkatan rata-rata dunia yaitu 2 kali lipat. Hal ini memberi beban tinggi bagi pemerintah dan keluarga karena dapat mengakibatkan kesulitan untuk bekerja, mencari nafkah, ataupun beraktivitas sehari-hari
“Osteoarthritis saat ini disepakati lebih menyerupai kondisi gagal organ sebagaimana kondisi gagal jantung, gagal ginjal, dan yang sejenis. Penyebabnya berbagai macam faktor seperti cedera, kegemukan, diabetes, radang kronis, yang karena tidak ditangani berujung ke gagal sendi,” terang Dr. dr. John C. P. Butarbutar, Sp.OT, K saat media gathering di Jakarta, belum lama ini.
Dalam dekade terakhir didapatkan satu faktor penyebab penting yang sering terlewatkan yaitu robek meniskus pada akarnya. Pada sebagian besar pasien yang harus menjalani operasi penggantian sendi lutut ternyata ditemukan robekan meniscus yang tidak tertangani. Robek akar meniskus ini konsekuensinya sama seperti kehilangan meniskus total, padahal struktur ini berfungsi menyangga sendi lutut dan menanggung beban lebih dari 50%.
Cedera akar meniscus mudah terlewatkan karena tidak memiliki gejala khas. Biasanya mengenai usia 40 sampai 50 tahunan, dengan keluhan nyeri lutut yang tidak hilang, terutama saat jongkok.
Dulu, cedera ini hanya ditangani dengan fisioterapi, obat ataupun dengan membuang sebagian dari jaringan meniscus (meniscectomy). Namun pengamatan jangka panjang menunjukkan hasil tidak memuaskan dan tak mencegah perburukan perkapuran sendi lutut.
Lihat Juga :