Polusi Udara di Jakarta Buruk, IDI Sarankan WFH demi Kesehatan

Jum'at, 11 Agustus 2023 - 10:49 WIB
loading...
Polusi Udara di Jakarta...
Polusi udara di Jakarta akhir-akhir ini memburuk hingga mengancam kesehatan warga. Pakar IDI Profesor Zubairi Djoerban pun meyoroti hal tersebut. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Polusi udara di Jakarta akhir-akhir ini memburuk hingga mengancam kesehatan warga. Pakar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban pun meyoroti hal tersebut.

Melalui akun Twitter pribadinya, Prof Zubairi mengatakan sudah saatnya mencari solusi serius untuk mengatasi polusi udara yang terjadi di Jakarta. Terlebih, cuaca saat ini terasa panas.

"Berkaitan dengan kualitas udara buruk dan cuaca panas yang terjadi, sudah saatnya kita mempertimbangkan berbagai solusi serius," tulis Prof Zubairi dikutip Jumat (11/8/2023).

Adapun solusi yang disarankan Prof Zubairi adalah penyesuaian jam kerja menjadi empat hari dalam seminggu. Dia juga mengusulkan untuk work from home (WFH) seperti saat pandemi Covid-19 yang terbukti bisa membuat kualitas udara membaik.

Baca Juga: Polusi Udara di Jakarta Jadi Tantangan bagi Penderita Asma

"Misalnya dilakukan penyesuaian jam bekerja, yang mungkin bisa menerapkan sistem empat hari bekerja dalam seminggu," kata Prof Zubairi.

"Saya setuju dengan usulan WFH yang sebelumnya pernah diterapkan saat pandemi Covid-19. Saat itu kualitas kerja rasanya tetap bagus dan dilaporkan juga bahwa kualitas udara kita jadi membaik," sambungnya.

Pada 2020, kondisi udara di Jakarta dilaporkan membaik. Bahkan, peningkatan kualitas udara mencapai 50 persen dibandingkan 2019.

Selain bisa mengurangi polusi udara di Jakarta, Prof Zubairi menjelaskan bahwa penerapan empat hari kerja juga baik untuk pekerja. Hal ini pun sudah terbukti melalui penelitian.

Baca Juga: Antisipasi Polusi Udara, Warga Jakarta Diimbau Pakai Masker

"Saya jadi berpikir bahwa kombinasi WFH dan penerapan empat hari bekerja dalam seminggu amat layak untuk dipertimbangkan," jelasnya.

“Dalam suatu penelitian, penerapan empat hari bekerja justru menunjukkan adanya peningkatan produktivitas kerja, meningkatkan moral karyawan, hingga pengalaman kerja yang lebih baik. Ini kan positif," lanjutnya.

Menurut Prof Zubairi, sistem empat hari kerja sudah diterapkan di beberapa negara. Salah satunya Jepang, Islandia hingga Jerman dengan tujuan mendukung kesehatan karyawan.

"Sistem empat hari tersebut pun sudah diterapkan di Jepang sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan karyawan, waktu keluarga, dan kehidupan sosial. Selain Jepang ada Islandia, Selandia Baru, Belgia, dan Jerman," ujar Prof Zubairi.

Baca Juga: Apakah Polusi Udara Bisa Sebabkan Kemandulan? Ini Faktanya

Walaupun begitu, Prof. Zubairi mengungkapkan bahwa sistem bekerja seperti ini mungkin tidak bisa diterapkan untuk semua bidang pekerjaan. Terutama di restoran atau rumah sakit. Namun, solusi gabungan antara WFH dan empat hari kerja untuk menangani polusi udara yang semakin memburuk patut dipertimbangkan di Indonesia.

"Khususnya di kota-kota besar untuk tujuan yang juga besar: kesehatan karyawan, produktivitas, work-life balance, dan kualitas udara yang lebih baik," tandasnya.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langit Jakarta Tercemar,...
Langit Jakarta Tercemar, BRIN Ungkap Air Hujan Mengandung Mikroplastik
5 Cara Efektif Cegah...
5 Cara Efektif Cegah Radang Tenggorokan Akibat Polusi Udara di Jakarta
Mengatasi Polusi Udara...
Mengatasi Polusi Udara lewat Transportasi Ramah Lingkungan
IDI Akui Adanya Budaya...
IDI Akui Adanya 'Budaya' Perundungan di PPDS
Polusi Udara Meningkatkan...
Polusi Udara Meningkatkan Serangan Asma, Kemenkes Fokus Perkuat Layanan Primer
IDI Ingatkan Risiko...
IDI Ingatkan Risiko Aborsi, Bisa Berdampak pada Kehamilan Selanjutnya
Jaga Kualitas Udara...
Jaga Kualitas Udara saat Kemarau, BMKG Pasang Alat OMC di Gedung Tinggi Jakarta
Ketum IDI Dorong Peningkatan...
Ketum IDI Dorong Peningkatan Anggaran Kesehatan
Ketum IDI Prediksi 5-10...
Ketum IDI Prediksi 5-10 Tahun Mendatang Terjadi Pengangguran Intelektual Dokter
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Jepang...
Piala Dunia 2026: Jepang 2 Kali Koyak Gawang Tunisia di Babak Pertama
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Berita Terkini
Sarwendah Bantah Rugi...
Sarwendah Bantah Rugi Rp20 Miliar, Sebut Masih Banyak Brand yang Bekerja Sama
Sarwendah Akhirnya Buka...
Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Kekasih Sarwendah Jadi...
Kekasih Sarwendah Jadi Sorotan, Giorgio Antonio Diduga Kenakan Jam Tangan Palsu Audemars Piguet
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
Dokter Ungkap Penyebab...
Dokter Ungkap Penyebab Bau Kaki yang Sebenarnya, Ternyata Bukan Karena Keringat
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved