Apakah Polusi Udara Bisa Sebabkan Kemandulan? Ini Faktanya
Selasa, 11 Juli 2023 - 10:51 WIB
loading...
Polusi udara di lingkungan sekitar sebaiknya jangan disepelekan. Sebab, kondisi ini bisa meningkatkan risiko infertilitas alias kemandulan! Foto/Ilustrasi/Dok.Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Polusi udara di lingkungan sekitar sebaiknya jangan disepelekan. Sebab, kondisi ini bisa membawa dampak negatif bagi tubuh, bahkan dikabarkan dapat meningkatkan risiko infertilitas alias kemandulan !
Melansir dari The Guardian, sebuah studi menganalisis 18.000 pasangan di China. Mereka yang hidup di tengah tingkat polusi partikel kecil cukup tinggi, risiko kemandulan mencapai 20% lebih besar.
Berdasarkan penjelasan para ilmuwan, partikel polusi mampu merusak produksi sel telur dan sperma lewat peradangan dalam tubuh. Selain di Cina, ada juga studi klinik infertilitas Amerika Serikat yang menghadirkan 600 wanita.
Hasilnya, paparan polusi udara ini dikaitkan pada jumlah sel telur yang matang di ovarium. Perlu dipahami juga, The Guardian menyebutkan bahwa udara kotor memang mampu membuat risiko aspek reproduksi meningkat, seperti misalnya saja kelahiran prematur serta berat badan rendah ketika lahir.
Baca Juga: Ratusan Ribu Bayi Meninggal Akibat Polusi Udara
">Melansir dari The Guardian, sebuah studi menganalisis 18.000 pasangan di China. Mereka yang hidup di tengah tingkat polusi partikel kecil cukup tinggi, risiko kemandulan mencapai 20% lebih besar.
Berdasarkan penjelasan para ilmuwan, partikel polusi mampu merusak produksi sel telur dan sperma lewat peradangan dalam tubuh. Selain di Cina, ada juga studi klinik infertilitas Amerika Serikat yang menghadirkan 600 wanita.
Hasilnya, paparan polusi udara ini dikaitkan pada jumlah sel telur yang matang di ovarium. Perlu dipahami juga, The Guardian menyebutkan bahwa udara kotor memang mampu membuat risiko aspek reproduksi meningkat, seperti misalnya saja kelahiran prematur serta berat badan rendah ketika lahir.
Baca Juga: Ratusan Ribu Bayi Meninggal Akibat Polusi Udara
Oleh sebab itu, para calon orangtua diminta sangat berhati-hati dan mulai peduli terhadap polusi ini. Hal ini diimbau oleh Qin Li, di Pusat Pengobatan Reproduksi di Rumah Sakit Ketiga Universitas Peking di China, yang pemimpin penelitian infertilitas.