Tidur Nyenyak Bisa Kurangi Risiko Kematian Dini hingga 40%
Minggu, 03 September 2023 - 23:55 WIB
loading...
Studi terbaru menemukan bahwa tidur nyenyak bisa mengurangi risiko kematian dini hingga 40 persen. Tidur faktor utama yang berkontribusi terhadap kesehatan. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Studi terbaru menemukan bahwa tidur nyenyak bisa mengurangi risiko kematian dini hingga 40 persen. Tidur adalah faktor utama yang berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan.
Dilansir dari Express, Minggu (3/9/2023) tanpa tidur yang cukup membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit dan berdampak pada kualitas hidup.
Penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School di AS menemukan bahwa orang yang mampu mempertahankan jadwal tidur yang teratur dan sehat memiliki risiko kematian dini 40 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak.
Sejalan dengan rekomendasi badan kesehatan AS dan NHS, tidur yang sehat dalam penelitian ini dianggap antara tujuh dan sembilan jam semalam. Karena itu, kurang dari tujuh jam dihitung sebagai kurang tidur.
Baca Juga: Gejala Kolesterol Tinggi di Bokong yang Jarang Diketahui, Salah Satunya Nyeri dan Kram
Sebagai bagian dari penelitian, tim Harvard menganalisis data yang ada dari Multi-Ethnic Study of Atherosclerosis (MESA). Peserta studi diberikan perangkat seperti jam tangan untuk dikenakan di pergelangan tangan mereka yang memantau pola tidur.
Dalam ulasan penelitian tersebut menyatakan bahwa dari para peserta, sekitar 1.015 diklasifikasikan sebagai orang yang tidur optimal-biasa. Sebanyak 744 orang dianggap sebagai orang yang tidak teratur-tidak cukup.
Dilansir dari Express, Minggu (3/9/2023) tanpa tidur yang cukup membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih sulit dan berdampak pada kualitas hidup.
Penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School di AS menemukan bahwa orang yang mampu mempertahankan jadwal tidur yang teratur dan sehat memiliki risiko kematian dini 40 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak.
Sejalan dengan rekomendasi badan kesehatan AS dan NHS, tidur yang sehat dalam penelitian ini dianggap antara tujuh dan sembilan jam semalam. Karena itu, kurang dari tujuh jam dihitung sebagai kurang tidur.
Baca Juga: Gejala Kolesterol Tinggi di Bokong yang Jarang Diketahui, Salah Satunya Nyeri dan Kram
Sebagai bagian dari penelitian, tim Harvard menganalisis data yang ada dari Multi-Ethnic Study of Atherosclerosis (MESA). Peserta studi diberikan perangkat seperti jam tangan untuk dikenakan di pergelangan tangan mereka yang memantau pola tidur.
Dalam ulasan penelitian tersebut menyatakan bahwa dari para peserta, sekitar 1.015 diklasifikasikan sebagai orang yang tidur optimal-biasa. Sebanyak 744 orang dianggap sebagai orang yang tidak teratur-tidak cukup.
Lihat Juga :