Pakar Tegaskan Air Minum Galon Tidak Sebabkan Kemandulan
Minggu, 24 September 2023 - 01:30 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya juga telah menegaskan bahwa air kemasan galon isi ulang aman digunakan, baik oleh anak-anak maupun ibu hamil. Menurutnya, isu-isu seputar bahaya penggunaan air kemasan air guna ulang merupakan berita bohong.
"(Air kemasan galon guna ulang) Aman. Itu (isu bahaya air kemasan galon guna ulang) hoax," katanya.
Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Nugraha Edhi Suyatma mengatakan, hal pertama yang harus diperhatikan dalam memilih kemasan pangan adalah faktor keamanannya. Sedangkan faktor berikutnya yang juga sangat penting diperhatikan adalah produknya.
Dia melanjutkan, dalam hal AMDK, galon guna ulang berbahan polycarbonate (PC) memiliki banyak keunggulan dibandingkan dari berbahan PET yang biasa digunakan galon sekali pakai. Plastik PC lebih fleksibel, sehingga lebih tahan dari risiko pecah/retak.
Plastik PC juga memiliki ketahanan gores dan ketahanan benturan yang lebih baik dengan suhu transisi gelas (Tg) yang lebih tinggi sehingga tahan untuk dicuci dengan suhu panas antara 60-80 derajat celcius melalui penyikatan menggunakan sikat plastik tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaan kemasan.
Pemilihan kemasan itu juga tergantung pada target umur simpan dari produk pangannya. Dia mencontohkan, untuk produk-produk snack seperti kentang atau singkong, kalau masa simpannya kurang dari satu bulan, itu cukup dengan menggunakan kemasan plastik Polypropylene (PP) yang bening. Tapi, kalau masa simpannya itu 3 bulan atau lebih, harus dipilih bahan kemasan yang bisa melindungi agar gas, uap air, dan oksigen yang masuk seminimal mungkin. Karena, snack adalah makanan yang rentan terhadap uap air dan oksigen serta ada risiko tengik.
Artinya, memilih kemasan itu tidak sembarangan dilakukan. Ada alasannya kenapa perusahaan makanan atau minuman itu menggunakan kemasan untuk produk-produk mereka.
"Dan soal keamanannya, itu kan sudah ada aturannya dari BPOM bahwa kemasan yang digunakan itu harus food grade," katanya.
"(Air kemasan galon guna ulang) Aman. Itu (isu bahaya air kemasan galon guna ulang) hoax," katanya.
Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Nugraha Edhi Suyatma mengatakan, hal pertama yang harus diperhatikan dalam memilih kemasan pangan adalah faktor keamanannya. Sedangkan faktor berikutnya yang juga sangat penting diperhatikan adalah produknya.
Dia melanjutkan, dalam hal AMDK, galon guna ulang berbahan polycarbonate (PC) memiliki banyak keunggulan dibandingkan dari berbahan PET yang biasa digunakan galon sekali pakai. Plastik PC lebih fleksibel, sehingga lebih tahan dari risiko pecah/retak.
Plastik PC juga memiliki ketahanan gores dan ketahanan benturan yang lebih baik dengan suhu transisi gelas (Tg) yang lebih tinggi sehingga tahan untuk dicuci dengan suhu panas antara 60-80 derajat celcius melalui penyikatan menggunakan sikat plastik tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaan kemasan.
Pemilihan kemasan itu juga tergantung pada target umur simpan dari produk pangannya. Dia mencontohkan, untuk produk-produk snack seperti kentang atau singkong, kalau masa simpannya kurang dari satu bulan, itu cukup dengan menggunakan kemasan plastik Polypropylene (PP) yang bening. Tapi, kalau masa simpannya itu 3 bulan atau lebih, harus dipilih bahan kemasan yang bisa melindungi agar gas, uap air, dan oksigen yang masuk seminimal mungkin. Karena, snack adalah makanan yang rentan terhadap uap air dan oksigen serta ada risiko tengik.
Artinya, memilih kemasan itu tidak sembarangan dilakukan. Ada alasannya kenapa perusahaan makanan atau minuman itu menggunakan kemasan untuk produk-produk mereka.
"Dan soal keamanannya, itu kan sudah ada aturannya dari BPOM bahwa kemasan yang digunakan itu harus food grade," katanya.
(tsa)
Lihat Juga :