4 Manfaat Mendaki di Alam Terbuka untuk Kesehatan, Salah Satunya Lawan Depresi

Kamis, 12 Oktober 2023 - 05:20 WIB
loading...
4 Manfaat Mendaki di...
Mendaki di alam terbuka menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Foto/Getty Images
A A A
JAKARTA - Mendaki di alam terbuka menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan . Aktivitas harian dengan pekerjaan yang menumpuk jelang akhir tahun, media sosial, email, dan kebisingan umum sepanjang waktu dalam kehidupan dapat membuat lebih stres dan menyebabkan penurunan produktivitas.

Ada banyak faktor yang menyebabkan produktivitas seseorang turun, beberapa di antaranya adalah stres, sulit tidur, dan tubuh lesu. Chairman Herbalife Nutrition Institute David Heber mengatakan memutuskan hubungan dengan teknologi dan terhubung kembali dengan alam memberikan otak waktu istirahat yang sangat dibutuhkan.

Mendaki gunung adalah cara yang baik untuk mendapatkan udara segar, terutama jika Anda tinggal di daerah perkotaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada manfaat nyata dari beraktivitas di luar ruangan dalam mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Berikut manfaat mendaki di alam terbuka untuk kesehatan.

Baca Juga: Apakah Es Cendol Bikin Gemuk? Ini Faktanya

1. Meningkatkan Kepadatan Tulang

Mendaki adalah jenis latihan yang membebani berat badan, yang berarti tulang dan otot Anda bekerja lebih keras melawan gravitasi. Ini membantu tubuh Anda membangun atau mempertahankan kepadatan tulang, yang sangat penting saat menua.

Studi menunjukkan bahwa kepadatan tulang menurun sekitar satu persen setiap tahun setelah usia 40 tahun. Beraktivitas di luar ruangan untuk mendaki dapat berdampak positif dalam membantu memperlambat penurunan ini. CDC juga merekomendasikan 30 menit latihan fisik seperti berjalan cepat, lima hari seminggu.

Sebagai bonus tambahan, mendaki di alam terbuka memberi Anda dosis vitamin D dari paparan sinar matahari. Vitamin D penting untuk penyerapan kalsium, yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang.

2. Meningkatkan Kualitas Tidur

Mendaki jarak jauh di alam tidak hanya dapat menginspirasi tidur pemulihan setelah mendaki, tetapi penelitian terbaru menyarankan bahwa ini juga dapat meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.

Dalam sebuah studi 2017 yang dipublikasikan dalam Current Biology, peneliti Kenneth Wright dari University of Colorado Boulder mengukur siklus tidur subjek sebelum dan selama perjalanan berkemah akhir pekan. Selama perjalanan, ketika subjek hanya terpapar cahaya alami (tanpa elektronik), kadar melatonin mereka meningkat, dan jam biologis internal mereka bergeser lebih awal. Studi ini menunjukkan bahwa berada di alam membantu kita beralih ke siklus tidur alami.

Baca Juga: Mengenal Aquagenic Urticaria, Alergi Air yang Langka

3. Meningkatkan Kebahagiaan


Olahraga fisik merangsang pelepasan endorfin, zat kimia dalam otak yang memicu perasaan positif. Mendaki, bagaimanapun, dapat meningkatkan mood kita bahkan lebih daripada berjalan biasa di lingkungan sekitar.

Peneliti dari Stanford University, Gregory Bratman, memberikan 60 orang pilihan antara berjalan 50 menit di hutan atau berjalan di jalan beraspal. Hasil menunjukkan bahwa mereka yang berjalan di alam mengalami lebih sedikit kecemasan dan pemikiran berlebihan, serta lebih banyak emosi positif dibandingkan dengan mereka yang berjalan di lingkungan perkotaan.

Ingin sedikit kebahagiaan ekstra? Mendakilah bersama seorang atau dua orang teman. Interaksi sosial, terutama dengan orang-orang yang memiliki ikatan kuat, adalah unsur penting bagi kebahagiaan dan kesejahteraan.

4. Melawan Depresi

Vitamin D dari alam terbuka yang cerah yang sangat penting untuk kesehatan tulang juga melawan depresi. Menurut tinjauan kritis dari 61 studi, terdapat korelasi antara depresi dan kekurangan vitamin D. Mereka yang memiliki kadar vitamin D terendah memiliki risiko depresi yang lebih tinggi, dan mereka yang depresi memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah.

Adapun gejala kekurangan vitamin D meliputi kelelahan, sakit sering, penyembuhan luka yang lambat pada tulang dan atau nyeri otot, hingga depresi.

Seseorang yang mengalami perbaikan substansial dalam gejala depresi setelah menerima perawatan kekurangan vitamin D. Dalam sebuah studi lain, peneliti Stanford menemukan bahwa subjek yang berjalan di alam selama 90 menit mengalami peningkatan aktivitas di korteks prefrontal subgenual, area otak yang terkait dengan depresi dan kecemasan saat dinonaktifkan.

Baca Juga: Penderita Kolesterol Dilarang Makan Nasi Putih, Mitos atau Fakta?

Temuan ini menunjukkan bahwa mendaki di alam berdampak positif pada mood. Di sisi lain, olahraga sudah dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mental, tetapi studi terbaru menemukan pengaruh positif bergabung dengan kelompok berolahraga terhadap pencapaian tujuan. National Institutes of Health meninjau berbagai studi yang menghubungkan manfaat dukungan sosial dengan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik.

“Mendaki alam secara teratur memperkuat jantung, paru-paru, dan otot kita, serta pikiran kita. Dan pergi bersama teman juga dapat memberikan manfaat kesehatan. Jadi, saat Anda mencapai puncak bukit di akhir jalan berdebu, berhentilah sejenak untuk mengagumi pemandangan dan hargai semua yang Anda lakukan untuk kesehatan dan kebahagiaan Anda,” tutup Herber.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rahasia Diet Ery Makmur...
Rahasia Diet Ery Makmur Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ternyata Ini Kuncinya!
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Kasus DBD Anak Meningkat...
Kasus DBD Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala yang Wajib Diwaspadai
Dokter Ungkap Penyebab...
Dokter Ungkap Penyebab Bau Kaki yang Sebenarnya, Ternyata Bukan Karena Keringat
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Peringatan Hari Menstruasi...
Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara: Kolaborasi Lintas Sektor Serukan Dunia yang Ramah Menstruasi
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Rekomendasi
Gagas Forum Dialog,...
Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Sahroni Geram: Negara Tidak Boleh Kalah dari Pelaku Kriminal!
FIFA Hukum Assim Madibo...
FIFA Hukum Assim Madibo 5 Laga Usai Patahkan Kaki Gelandang Kanada
Berita Terkini
Stephanie MCI Ungkap...
Stephanie MCI Ungkap Pengalaman Seram saat Menginap di Vila Bali
Perluas Lini Produk,...
Perluas Lini Produk, SOME BY MI Luncurkan Cica Anti Hair Loss Hair Serum
Menkes Soroti Konsumsi...
Menkes Soroti Konsumsi Mayones Berlebihan, Satu Sendok Mengandung 100 Kalori
Soroti Kasus Penyekapan...
Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Hubungan Toxic
Sarwendah Laporkan Ruben...
Sarwendah Laporkan Ruben Onsu ke KPAI Terkait Pengasuhan dan Nafkah Anak
Juara MasterChef Indonesia...
Juara MasterChef Indonesia Ini Pernah Kesurupan, Pengakuan Stephanie Mayerson Ini Bikin Bulu Kuduk Merinding
Infografis
8 Negara yang Warganya...
8 Negara yang Warganya Paling Kurus di Dunia, Salah Satunya Jepang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved