Tragis! Staf WHO di Gaza Ini Meninggal Dunia Akibat Rumahnya Dibom
Rabu, 22 November 2023 - 10:28 WIB
loading...
Sfat WHO Dima Abdullatif Mohammed Alhaj meninggal dunia pada 21 November 2023 karena rumahnya di Gaza dibom. Foto/WHO
A
A
A
GAZA - Kabar duka dari Gaza, Palestina, yang begitu menyayat hati terus saja bermunculan. Kali ini kabar itu datang dari WHO yang mengumumkan kematian salah satu stafnya di Gaza.
Dima Abdullatif Mohammed Alhaj meninggal pada 21 November 2023 waktu setempat. Dia meninggal dunia lantaran rumah orang tuanya di Gaza selatan, tempat dia mengungsi dari Kota Gaza, dibom.
Tak hanya sendirian, Dima dibunuh secara tragis bersama suami, bayi laki-laki mereka yang berusia enam bulan, dan dua saudara laki-lakinya. Selain itu, lebih dari 50 anggota keluarga dan masyarakat yang berlindung di rumah yang sama pun meninggal.
Baca Juga: Dukung Palestina, Artis Hollywood Ini Dipecat dari Film Scream 7
Wanita 29 tahun itu telah bergabung dengan WHO sejak Desember 2019. Dia bekerja sebagai administrator pasien di Pusat Rekonstruksi Anggota Badan, bagian penting dari Tim Trauma dan Darurat WHO.
Dokter Rik Peeperkorn, perwakilan WHO di wilayah pendudukan Palestina, mengungkapkan bahwa kepergian Dima menjadi pukulan besar untuk WHO, terutama di wilayah pendudukan Palestina. Bahkan, ayah Dima merupakan spesialis medis yang cukup lama mengabdi di Gaza.
Dima Abdullatif Mohammed Alhaj meninggal pada 21 November 2023 waktu setempat. Dia meninggal dunia lantaran rumah orang tuanya di Gaza selatan, tempat dia mengungsi dari Kota Gaza, dibom.
Tak hanya sendirian, Dima dibunuh secara tragis bersama suami, bayi laki-laki mereka yang berusia enam bulan, dan dua saudara laki-lakinya. Selain itu, lebih dari 50 anggota keluarga dan masyarakat yang berlindung di rumah yang sama pun meninggal.
Baca Juga: Dukung Palestina, Artis Hollywood Ini Dipecat dari Film Scream 7
Wanita 29 tahun itu telah bergabung dengan WHO sejak Desember 2019. Dia bekerja sebagai administrator pasien di Pusat Rekonstruksi Anggota Badan, bagian penting dari Tim Trauma dan Darurat WHO.
Dokter Rik Peeperkorn, perwakilan WHO di wilayah pendudukan Palestina, mengungkapkan bahwa kepergian Dima menjadi pukulan besar untuk WHO, terutama di wilayah pendudukan Palestina. Bahkan, ayah Dima merupakan spesialis medis yang cukup lama mengabdi di Gaza.
Lihat Juga :