Gen Z Rentan Alami Serangan Gatal pada Kulit Akibat Cuaca dan Polusi Ekstrem, Jangan Anggap Sepele!

Rabu, 22 November 2023 - 19:35 WIB
loading...
Gen Z Rentan Alami Serangan...
Gatal dan iritasi pada kulit merupakan salah satu masalah kesehatan yang mulai banyak ditemukan akibat polusi yang meningkat. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda timbulnya penyakit kulit lain seperti eksim dan dermatitis atopik. Foto Ilustrasi/iStock
A A A
JAKARTA - Gen Z merupakan kelompok usia yang rentan terkena serangan gatal. Pasalnya, Gen Z memiliki mobilisasi tinggi di tengah kondisi cuaca dan polusi ekstrem. Namun sayang, hal itu kerap diabaikan karena dianggap wajar. Padahal serangan gatal bisa menjadi pertanda penyakit lain, salah satunya penyakit kulit yang lebih parah.

Saat ini polusi udara di Indonesia, khususnya di Jakarta dan kota besar lain, menjadi masalah yang serius. Gatal dan iritasi pada kulit merupakan salah satu masalah kesehatan yang mulai banyak ditemukan akibat polusi yang meningkat. Kondisi tersebut, selain menurunkan kualitas hidup manusia, bisa juga berkembang menjadi tanda timbulnya penyakit kulit lain seperti eksim dan dermatitis atopik.

Spesialis Dermatologi dan Venereologi Klinik Pramudia dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV menerangkan, kulit gatal merupakan sensasi tidak nyaman pada kulit yang dirasakan oleh seseorang dan menimbulkan keinginan untuk menggaruk. Hal ini akan berdampak negatif secara psikologi dan kehidupan seseorang.

Baca Juga: Siti Fadilah Nilai Metode Wolbachia Belum Urgen untuk Cegah Demam Berdarah di Indonesia

"Gatal bisa dikatakan sebagai keluhan kulit terbanyak pada praktik dokter spesialis kulit dan kelamin. Apalagi kondisi cuaca dan polusi ekstrem saat ini, karena polusi secara langsung dapat merusak fungsi barier kulit yang berpengaruh terhadap kekambuhan beberapa penyakit kulit yang sudah ada sebelumnya, seperti eksim atopik,” papar dr Amelia di Jakarta, Rabu (22/11/2023).

Eksim atopik, jelas dr Amelia, merupakan kelainan kulit di mana terdapat gangguan pada barier kulit dan diperparah dengan sensitivitas respons imun yang lebih tinggi terhadap bahan iritan. Faktor yang memperberat gejala eksim atopik yaitu adanya perubahan suhu, kelembaban, dan paparan sinar.

“Selain eksim atopik yang juga ditandai dengan gatal, beberapa kelainan kulit yang bisa timbul dari cuaca dan polusi adalah jerawat, psoriasis, dan kelainan pigmentasi kulit seperti flek wajah maupun di tangan. Lebih bahaya lagi, polusi juga bisa meningkatnya risiko kanker kulit,” kata dr. Amelia.

Faktor cuaca dan polusi jelas dapat mengakibatkan kulit gatal. Secara patogenesis kulit bisa dijelaskan seperti berikut ini.

Kulit yang merupakan organ terluas dan terluar dari tubuh adalah penghubung terbesar ke dunia luar kulit. Polusi dapat masuk ke kulit melalui penumpukan partikel polusi di permukaan kulit, dan diserap oleh folikel rambut dan kelenjar keringat. Beberapa di antaranya akan bersirkulasi dalam plasma yang kemudian masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam.

"Polusi yang masuk ini kemudian menghasilkan radikal bebas yang akan menurunkan kemampuan antioksidan kulit baik secara enzimatik maupun non-enzimatik. Barier kulit yang rusak ini bakal menyebabkan hilangnya air dalam jumlah banyak pada kulit. Kulit akan relatif lebih kering serta mudah mengalami peradangan dan menimbulkan keluhan gatal,” beber dr. Amelia.

Baca Juga: 5 Makanan yang Bikin Cepat Lapar, Awas Obesitas!
Gen Z Rentan Alami Serangan Gatal pada Kulit Akibat Cuaca dan Polusi Ekstrem, Jangan Anggap Sepele!

Klinik spesialis kulit dankelamin Pramudia bersama tim pakarnya gelar edukasi tentang waspada serangan gatal. Foto/Istimewa

Maka, hal yang penting diperhatikan adalah pencegahan terhadap kulit gatal.

“Kerusakan kulit seperti gatal ini dapat dicegah dengan melakukan perawatan rutin pada kulit, di antaranya dengan rutin membersihkan kulit minimal 2 kali sehari menggunakan sabun yang lembut, memakai moisturizer dan tabir surya, serta jika perlu mengonsumsi suplemen yang sesuai dengan jenis dan tipe kulit penderita," terang dr Amelia.

"Minum air putih akan membantu memberikan kelembaban terhadap kulit yang kering. Selain itu, mengurangi paparan polusi dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker juga tidak kalah penting,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, dr. Eko Prakoso Wibowo, Sp.DV, Spesialis Dermatologi Venereologi Klinik Pramudia, menjelaskan beberapa hal yang menjadi faktor seringnya Gen Z mendapatkan serangan gatal.

Pertama, karena di usia produktif Gen Z cenderung lebih aktif melakukan kegiatan outdoor, sehingga terpapar matahari dan polusi. Kedua, gaya hidup yang kurang sehat seperti makan makanan cepat saji dan minuman manis. Ketiga, berkaitan dengan stres.

"Biasanya stres menjalani kehidupan sehari-hari, baik sekolah maupun pekerjaan, bisa juga mempengaruhi waktu istirahat atau waktu tidur sehingga bisa memicu banyak permasalahan kulit yang diawali dengan gatal,” jelas dr. Eko.

Gejala gatal, kata dr Eko, sering kali dicetuskan dan bertambah parah oleh kondisi tertentu. Contohnya cuaca panas dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak sehingga menyebabkan kambuhnya eksim tipe seboroik. Iritasi debu serta stres berlebih dapat menyebabkan dermatitis atopik, juga beberapa jenis eksim lain seperti dermatitis kontak alergi dan neurodermatitis.

Penyakit lain yang erat hubungannya dengan iklim yaitu infeksi jamur. Prevalensi infeksi jamur di Indonesia masih sangat tinggi karena berhubungan dengan iklim tropis dan kelembaban tinggi. Terutama pada kelompok dewasa muda dan jenis kelamin laki-laki. Aktivitas fisik yang tinggi serta keringat berlebih menyebabkan kulit lembab sehingga memundahkan pertumbuhan jamur.

“Terkait infeksi jamur ini, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Misalnya memastikan pakaian dalam keadaan kering dan bersih, menghindari pakaian yang terlalu ketat, dan pilihlah pakaian dengan bahan yang mudah menyerap keringat,” kata dr Eko.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tren Inside-Out Nutricosmetics,...
Tren Inside-Out Nutricosmetics, Solusi Cerdas Perempuan Modern Atasi Penuaan Dini
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
4 Tips Memilih Sunscreen...
4 Tips Memilih Sunscreen yang Tepat untuk Perlindungan Maksimal
Kulit Kering saat Puasa?...
Kulit Kering saat Puasa? Ini 4 Cara Mengatasinya!
5 Tips Menjaga Kesehatan...
5 Tips Menjaga Kesehatan Kulit Saat Puasa, Biar Gak Dehidrasi
Mengenal Aphranel, Teknologi...
Mengenal Aphranel, Teknologi Regenerative Aesthetics yang Menempatkan Skin Barrier sebagai Fondasi Kulit
Program Edukasi Kulit...
Program Edukasi Kulit Sehat Selama Ramadan
Edukasi Kesehatan Kulit...
Edukasi Kesehatan Kulit Anak
Lebih dulu Sunscreen...
Lebih dulu Sunscreen atau Moisturizer? untuk Kesehatan Kulit Wajah
Rekomendasi
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
Berita Terkini
Sering Lelah dan Mudah...
Sering Lelah dan Mudah Ngantuk Meski Tidur Cukup? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Mengintip Kunci Sukses...
Mengintip Kunci Sukses Anas Fikry dan Risky Adelia Regina Putri: Padukan Kehangatan Keluarga dan Aksi Sosial
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Dari Aspal Jalanan Menuju...
Dari Aspal Jalanan Menuju Layar Kaca: Kisah Inspiratif Samsul Ma'rif 'Raja Bacot' Mengubah Nasib lewat Konten Game
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Kenapa Sering Sakit...
Kenapa Sering Sakit Padahal Sudah Makan Sehat? Ini Penjelasan dr. Gia Pratama
Infografis
Jangan Anggap Sepele,...
Jangan Anggap Sepele, Ini 5 Fungsi Penting Ginjal bagi Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved