Apa Itu Keffiyeh yang Membuat Pemuda Palestina Ditembak di AS?

Selasa, 28 November 2023 - 22:24 WIB
loading...
Apa Itu Keffiyeh yang...
Keffiyeh merupakan simbol perlawanan dan perjuangan masyarakat Palestina. Foto/Arab News
A A A
JAKARTA - Tiga orang pemuda keturunan Palestina yang mengenakan keffiyeh ditembak di area kampus Universitas Vermont di Kota Burlington, Amerika Serikat, pada Sabtu (25/11/2023) malam waktu setempat.

Ketiganya adalah Hisham Awartani, Kinnan Abdel Hamid, dan Tahseen Ahmed yang merupakan mahasiswa dari tiga perguruan tinggi yang berbeda di Amerika. Dua korban dalam keadaan stabil, sementara korban ketiga mengalami cedera serius.

Menurut pihak kepolisian setempat, motif penembakan ini terjadi lantaran kebencian terhadap orang-orang pro-Palestina di tengah ketegangan konflik Israel vs Hamas. Terlebih ketiga pemuda tersebut sedang mengenakan keffiyeh Palestina saat insiden tersebut terjadi.

Baca Juga 8 Simbol yang Menjadi Identitas Palestina, dari Keffiyeh hingga Handala

Lantas, apa itu keffiyeh? Berikut ulasan mengenai keffiyeh, sejarah dan fungsinya.

Apa Itu Keffiyeh?


Keffiyeh yang juga dikenal sebagai kufiya, shemagh, atau ghutrah, adalah sehelai kain persegi panjang yang biasanya terbuat dari katun atau bahan lain yang nyaman digunakan.

Penggunaan keffiyeh mengalami perubahan makna dan fungsi dari waktu ke waktu. Arti dari penggunaannya juga bergantung pada tempat dan budaya lokal.

Baca Juga Asal-usul Kemunculan Keffiyeh, Penutup Kepala Ikonik Simbol Perlawanan Palestina

Awalnya, keffiyeh digunakan sebagai pelindung dari kondisi cuaca yang panas di gurun, seperti sinar matahari yang terik dan angin berdebu. Seiring berjalannya waktu, keffiyeh berkembang menjadi simbol budaya dan politik yang kuat di berbagai komunitas.

Selain itu, makna simbolis, warna, dan motif keffiyeh bervariasi, tidak hanya antara negara, tetapi juga di tingkat regional.

Di Palestina, keffiyeh sering dipakai sebagai bentuk protes solidaritas dan dalam demonstrasi. Hal ini kemudian menjadi simbol yang dikenal secara luas sebagai tanda perlawanan dan solidaritas di negara-negara Arab, terutama di Palestina.

Keffiyeh tradisional Palestina berwarna hitam dan putih. Penggunaan keffiyeh hingga mendapatkan popularitas di kalangan pemberontak Palestina selama Mandat Inggris atas Palestina dan khususnya selama Pemberontakan Arab 1936-1939.

Cara penggunaan keffiyeh dengan dililitkan di wajah oleh para pemberontak untuk menyembunyikan identitas mereka. Hal ini untuk menghindari penangkapan.

Keffiyeh sebagai simbol solidaritas Palestina mulai dikukuhkan pada tahun 1960an. Mantan Presiden Palestina Yasser Arafat menjadi ikon dengan gaya khasnya dalam mengenakan jilbab di setiap penampilan publik.

Keffiyehnya selalu diposisikan dengan hati-hati di kepalanya, dengan ujung kain yang lebih panjang diletakkan di bahu kanannya dan ditata menyerupai peta Palestina sebelum tahun 1948.

Dalam aksi untuk menggaungkan solidaritas Pemberontakan Arab, keffiyeh kembali dipakai sebagai tanda kesetiaan selama Intifada Pertama dan Intifada Kedua.

Pemuda Palestina akan mengenakan keffiyeh di leher mereka, sebuah perubahan yang sebagian besar dipengaruhi oleh fakta bahwa penutup wajah menjadi sasaran empuk bagi tentara Zionis.

Saat ini Keffiyeh terus dipakai untuk menunjukkan solidaritas terhadap perjuangan Palestina di Barat dan negara-negara tetangga di Timur Tengah.

Demikian ulasan mengenai keffiyeh. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan para pembaca.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Javier Bardem Serukan...
Javier Bardem Serukan 'No to War, Free Palestine' di Panggung Oscar 2026, Tepuk Tangan Menggema
Kisah Mencekam Chiki...
Kisah Mencekam Chiki Fawzi Tertahan di Tunisia Saat Misi ke Gaza, Pelabuhan Dibom Drone
Chiki Fawzi Siap Dobrak...
Chiki Fawzi Siap Dobrak Jalur Laut Demi Kirim Bantuan ke Gaza April 2026
Angelina Jolie Kunjungi...
Angelina Jolie Kunjungi Perbatasan Rafah, Soroti Hambatan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
Pangeran William Terharu...
Pangeran William Terharu Saat Kunjungi Anak-Anak Gaza yang Dirawat di Inggris
Wali Kampanyekan Sedekah...
Wali Kampanyekan Sedekah dan Donasi Palestina di Panggung Synchronize 2025
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Rekomendasi
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Berita Terkini
Dokter Ungkap Penyebab...
Dokter Ungkap Penyebab Bau Kaki yang Sebenarnya, Ternyata Bukan Karena Keringat
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Indro Warkop Gaungkan...
Indro Warkop Gaungkan Pesan Hidup Sehat Lewat Kebiasaan Harian
Dari Dunia Korporat...
Dari Dunia Korporat ke Industri Hiburan, Ryan Goutama Temukan Passion di Depan Kamera
Perkenalkan Budaya Aceh,...
Perkenalkan Budaya Aceh, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Tampil dengan Tari Ratoh Jaroe
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved