alexa snippet

Sunat Kurangi Risiko Tertular HIV/AIDS hingga 70%

Sunat Kurangi Risiko Tertular HIV/AIDS hingga 70%
Sunat memiliki banyak manfaat kesahatan, termasuk mengurangi risiko tertular HIV/AIDS hingga 70%. Foto/KORAN SINDO/Nuriwan Trihendrawan.
A+ A-
JAKARTA - Sunat atau istilah medisnya sirkumsisi bisa mengurangi potensi seseorang terkena virus HIV/AIDS. Pada pria yang disunat, risiko tertular penyakit berbahaya ini bisa berkurang hingga 70%.

Di beberapa negara dengan kasus HIV/AIDS tinggi, seperti Afrika, ada program sirkumsisi massal untuk menurunkan kasus tersebut.

“Sunat atau sirkumsisi menurunkan risiko terjadinya penyakit yang ditularkan secara seksual,” kata dokter spesialis urologi dan konsultan urologi anak di RS Siloam Asri Dr dr Irfan Wahyudi SpU(K) pada acara Media Gathering dengan Topik Sunat yang Aman, di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Irfan mengatakan, sirkumsisi terkait dengan higienis dan sangat efektif untuk mencegah berkumpulnya virus dan bakteri penyakit yang biasa terselip di kulit penis, termasuk virus HIV/AIDS.

Menurut Irfan, kulit penis yang tidak disunat berpotensi menyimpan dan menjadi tempat berkumpulnya virus, kuman dan bakteri penyakit karena posisinya di bagian dalam kulit penis dan terlipat.

“Kalau kulit penis disunat dengan cara dibuang kulitnya maka berarti virus tidak bisa masuk dan bersarang di bagian kemaluan seorang pria,” kata Irfan.

Anak yang tidak disunat mempunyai risiko infeksi saluran kemih (ISK) 3-10 kali lebih tinggi dibandingkan anak yang disunat pada tahun pertama kehidupan.
“Selain itu, risiko kanker penis meningkat pada pria yang tidak disunat. Hal ini karena higienis penisnya buruk. Kejadian infeksi kulit dan glans penis (balanopostitis) lebih tinggi terjadi pada pria yang tidak disirkumsisi, sekitar 3-10%,” ungkap Irfan.

Sementara, untuk usia paling pas bagi anak untuk disunat, Irfan mengatakan, tidak ada batasan usia bagi seseorang untuk disirkumsisi. Terpenting, kondisi penis orang yang akan disirkumsisi tersebut bentuknya dalam kondisi normal.

“Bahkan di Amerika Serikat sirkumsisi dilakukan sejak bayi lahir. Sedangkan di Indonesia biasanya sunat juga terkait dengan tradisi dan agama, umumnya seorang anak disunat bila sudah berusia sekolah TK atau SD,” pungkas Irfan.
(tdy)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top