Lindungi Generasi Masa Depan, Ibu-Ibu Didorong untuk Menyusui
Jum'at, 07 Agustus 2020 - 21:21 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, dr Fenny mengatakan, masalah lainnya yang juga muncul terkait menyusui adalah kurangnya kepercayaan diri terhadap produksi ASI yang mencukupi bagi buah hati. Karenanya para ibu diharapkan tidak terjebak dengan memberikan makanan selain ASI. "Biasanya, para ibu memilih untuk menggunakan laktagogue untuk meningkatkan produksi ASI, baik berupa bahan alami maupun dari bahan kimia," tambahnya.
"Indonesia adalah negara dengan kekayaan budaya berlimpah, termasuk dalam hal menyusui, setiap daerah memiliki kebijaksanaan lokal yang telah dipercaya dapat meningkatkan keberhasilan menyusui. Ada beberapa bahan alam yang lazim digunakan, misalnya daun katuk, daun torbangun (bangun-bangun), daun kelor, klabet, kacang-kacangan dan berbagai jenis bahan lainnya," ungkap dr. Fenny.
(Baca juga: Tak Perlu Malu Pakai Sepatu Kets Saat Usia Bertambah, Ini Tipsnya )
Beberapa di antara bahan alami itu telah diteliti dan terbukti meningkatkan kadar prolaktin, oksitosin, maupun volume ASI, dan peningkatan berat badan bayi. Selain konsumsi bahan-bahan alam maupun obat yang ditujukan untuk merangsang ASI, ada juga teknik lain yang lazim dilakukan, misalnya dengan akupunktur ataupun pijat laktasi yang juga terbukti efektif meningkatkan produksi ASI. "Namun dari semua itu, kunci peningkatan produksi ASI adalah seringnya para ibu menyusui dan memerah," ujar dr Fenny.
Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) PT Dexa Medica, Dr. Raymond Tjandrawinata mengemukakan, pihaknya mendukung Pekan Menyusui Sedunia sebagai kawal awal kehidupan bagi buah hati sebagai generasi bangsa dan juga bumi sebagai tempat tinggal.
"Kami sebagai lembaga riset, meneliti biodiversitas alam Indonesia untuk dikembangkan menjadi obat-obatan yang bermanfaat bagi manusia. Salah satu biodiversitas alam yang dikembangkan adalah pemanfaatan daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus sebagai ASI booster," kata Dr. Raymond.
"Indonesia adalah negara dengan kekayaan budaya berlimpah, termasuk dalam hal menyusui, setiap daerah memiliki kebijaksanaan lokal yang telah dipercaya dapat meningkatkan keberhasilan menyusui. Ada beberapa bahan alam yang lazim digunakan, misalnya daun katuk, daun torbangun (bangun-bangun), daun kelor, klabet, kacang-kacangan dan berbagai jenis bahan lainnya," ungkap dr. Fenny.
(Baca juga: Tak Perlu Malu Pakai Sepatu Kets Saat Usia Bertambah, Ini Tipsnya )
Beberapa di antara bahan alami itu telah diteliti dan terbukti meningkatkan kadar prolaktin, oksitosin, maupun volume ASI, dan peningkatan berat badan bayi. Selain konsumsi bahan-bahan alam maupun obat yang ditujukan untuk merangsang ASI, ada juga teknik lain yang lazim dilakukan, misalnya dengan akupunktur ataupun pijat laktasi yang juga terbukti efektif meningkatkan produksi ASI. "Namun dari semua itu, kunci peningkatan produksi ASI adalah seringnya para ibu menyusui dan memerah," ujar dr Fenny.
Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) PT Dexa Medica, Dr. Raymond Tjandrawinata mengemukakan, pihaknya mendukung Pekan Menyusui Sedunia sebagai kawal awal kehidupan bagi buah hati sebagai generasi bangsa dan juga bumi sebagai tempat tinggal.
"Kami sebagai lembaga riset, meneliti biodiversitas alam Indonesia untuk dikembangkan menjadi obat-obatan yang bermanfaat bagi manusia. Salah satu biodiversitas alam yang dikembangkan adalah pemanfaatan daun katuk, daun torbangun, dan ikan gabus sebagai ASI booster," kata Dr. Raymond.
Lihat Juga :