Efektifitas Pengobatan Plasma Darah untuk Pasien Covid 19, Masih Belum Jelas

Kamis, 30 April 2020 - 14:49 WIB
loading...
A A A
Saat obat atau vaksin penangakal covid 19 belum ditemukan. Pengobatan dengan plasma darah ini memang jadi kabar baik di tengah pandemi corona. Elliott Bennett Guerrero, peneliti plasma darah dari Stony Brook Medicine Amerika Serikat, mengatakan, terapi plasma darah ini bisa dilakukan sampai dunia kedokteran sudah berhasil menemukan vaksin yang terbukti aman, dan efektif, dan dapat diproduksi dalam jumlah banyak. Guerrero menambahkan, darah dari seseorang yang sembuh usai terinfeksi virus corona kaya dengan antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh. Tak hanya itu, plasma darah konvalesen dapat meningkatkan kemampuan tubuh yang luar biasa untuk mengembangkan antibodi dan kekebalan terhadap patogen.

Meski demikian, ia juga mengakui bahwa masih dibutuhkan pengujian efektivitas terapi plasma darah ini. Pengujian itu hingga kini masih terus berlangsung dan belum diketahui pasti hasilnya. Beberapa syarat mengenai pasien yang layak mendapatkan terapi serta dosis penggunaan juga belum ditentukan secara resmi. Selain itu, harus diketahui juga ada juga risiko dalam transfusi plasma darah. Misalnya, efek samping yang serius seperti cedera paru-paru dan reaksi alergi.

Menurut Direktur medis di Pusat Medis Universitas Nebraska Scott Koepsell , virus Ebola berbeda dengan Covid-19. Pada pasien Ebola, tranfusi plasma darah telah terbukti dapat membantu mencegah perdarahan yang berbahaya yang disebabkan oleh virus ini. Meski terapi plasma darah bisa menjadi opsi, Koepsell mengatakan obat yang terstandarisasi khusus untuk penyakit Covid-19 masih jadi pilihan utama dan harus tersedia dalam waktu cepat.

Dalam pernyataan resminya Badan Kesehatan Dunia, WHO mengatakan, badan pengawas kesehatan di setiap negara perlu mengevaluasi penerapkan terapi plasma darah konvalesen .WHO mengimbau standar untuk pembuatan produk plasma harus memperhatikan keselamatan donor dan penerimanya.

WHO pun meminta dalam menepakan terapi ini harus juga memperhatikan inkompatibilitas ABO. Inkompatibilitas ABO merupakan kondisi yang muncul karena pasien menerima darah yang berbeda dengan golongan darahnya. Hal itu dapat memicu reaksi sistem kekebalan tubuh yang dapat menimbulkan beragam gejala, diantaranya penyakit kuning, pusing, dan sesak napas.
(eko)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Pilihan Utama Menjaga...
Pilihan Utama Menjaga Kesehatan Tubuh: NK Health Hadirkan Layanan Fisioterapi Berkualitas di Bintaro
Mengenal Fastemi, Program...
Mengenal Fastemi, Program Pertolongan Pertama pada Pasien Serangan Jantung
Vidi Aldiano Minta Doa,...
Vidi Aldiano Minta Doa, Akan Jalani Pengobatan Kanker 2 Minggu di Thailand
Siloam Hospitals Agora...
Siloam Hospitals Agora Hadirkan Teknologi Terkini Pengobatan Kanker, Jantung, dan Saraf
Berobat ke Luar Negeri...
Berobat ke Luar Negeri Semakin Diminati Masyarakat, Ini Alasannya
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Kasus Riset Palsu Demi...
Kasus Riset Palsu Demi Plesiran, Mendiktisaintek Ungkap Temuan Awal
Rekomendasi
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Berita Terkini
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
Tren Wewangian Gen Z:...
Tren Wewangian Gen Z: Ekspresi Diri Melalui Pilihan Aroma Harian
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
Berangkat dari Kisah...
Berangkat dari Kisah Viral, Cerita Lila Menjelma Jadi Horor Layar Lebar
Infografis
Masih Menjadi Misteri,...
Masih Menjadi Misteri, Benarkah Harimau Jawa Belum Punah?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved